….. dan mereka menjadikan kampungnya sebagai panggung peraga… Itu sepenggal kalimat dari seorang komentator pada sebuah tulisan tentang mudik. Ah benarkah begitu? Fenomenanya mungkin begitu. Paling tidak, ketika saya mengamati asisten di rumah pulang kampung dengan pakaian lengkap. Dari ujung kaki sampai kepala berbalut warna merah. Cantik, tapi kok ya agak berlebihan. Sudah dibilangin, mbok ya jangan terlalu gaya, nanti diikutin orang. “Ah, gpp mbak, merah kan gaya tho, ntar orang kampung bangga karo aku.. ” jawabnya sambil tersipu. Welehhhh… Di kopernya, ada beberapa potong pakaian gaya. Termasuk celana jeans selutut dengan pasangannya blus ketat tanpa lengan, belum lagi asesoriesnya yang lagi mode itu pake batu-batu segala (ntah batu beneran atao cuma plastik, i dont know lah).
Mungkin benar asumsi Mas KW (sang komentator itu ). Tapi menurut saya, ya kalau begitu untuk apa mudik harus diperjuangkan? Kalau cuma sekedar panggung peraga, bisa tiap bulan dilakukan. Atau karena pas hari raya, semua penduduk kampung pulang semua? Di bandara, kemarin saya lihat memang banyak banget TKI yang bekerja dari berbagai negara pulang. Masing-masing, paling tidak ada 2 koper diseret menuju mobil angkutan di halaman bandara. Isinya, mungkin oleh-oleh untuk saudara sekampung. Atau baju untuk diperagakan? Dua-duanya bisa saja.
Untuk saya, jika pulang dari mana saja, di dalam tas selalu ada bungkusan kecil untuk yang di rumah. Ketika memberikannya, dan melihat yang menerimanya tersenyum, itu adalah sebuah kebahagiaan yang tak terhingga. Rasanya semua capek, penat, stres lebur semua dengan senyum itu. Begitu juga arti mudik untuk saya. Selalu ada pelukan, makan bersama, berbagi hadiah, cuci piring bareng-bareng, tertawa bersama, rasanya semua ‘perjuangan’ mudik tak ada artinya lagi. Untuk saya, kampung halaman bukan untuk tempat peraga, tapi tempat berbagi kebahagiaan. Selamat lebaran..
2 Comments
October 8, 2007 at 9:18 am
ya mungkin itu salah satu efek mudik aja kali. mudiknya kemana?
semoga mudiknya menyenangkan
barteran oleh-oleh yuk hi hi…
October 10, 2007 at 3:48 am
sipp.. ntar aku bawa oncom goreng yak..