January 22, 2008...6:47 am

30 Hari

Jump to Comments

Hidupnya mungkin tak lebih dari sebulan. Mendengar sebuah eksekusi, meski bukan untuk diri sendiri, rasanya tak tergambarkan. Memandang sosok itu, jadi tak segampang biasa. Setiap kalimat rasanya penuh air mata. Sedih..

tarsiusMeski percaya hanya Yang Maha Kuasa lah yang maha tau dan menentukan, tapi rasanya waktu berhenti berputar. Obrolan terasa hambar. Sepertinya semua cara untuk menghentikan penyakit yang ada di dalam tubuhnya tak berguna lagi.

Tak terbayangkan bagaimana kelak jika sosok itu benar-benar pergi. Apakah saya bisa mengatasi rasa kehilangan itu? Pagi tadi saya baca tulisan FraterTelo tentang kehilangan. Satu sisi saya mencoba untuk menjadi manusia tegar, semua yang ada di dunia ini hanya titipan, semua milikNya. Sisi lain, saya termasuk manusia lemah. :-(

Ah… semoga saja keajaiban itu datang. Saya tak sanggup jika hari itu tiba.

Ada sajak Subagio Sastrowardojo yang dikutip Goenawan Mohamad pada capingnya minggu ini tentang apa yang dimiliki manusia :

Tak ada yang kita punya

yang kita bisa hanya
membekaskan telapak kaki,
dalam, sangat dalam,
ke pasir
Lalu cepat lari sebelum
semua berakhir….

6 Comments

Leave a Reply