April 21, 2008...5:44 am
Kartini
Dalam ingatan saya, sosok ini sungguh luar biasa. Berkain kebaya dengan rambut digelung, tapi punya pikiran jauh ke depan. Terutama tentang pendidikan kaum perempuan.
Hampir semua penduduk bumi Indonesia mengenalnya. Berbagai cara digelar untuk menghormatinya. Tadi saja di jalan, sempat macet gara-gara parade anak-anak yang bergelung dan berkain kebaya. Duh lucunya… Tapi selagi memperhatikan arak-arakan itu, saya sempat berpikir. Apa betul begini cara kita menghormati jasa pahlawan.
Apakah dengan cara berpakaian ibu Kartini anak-anak itu mengerti apa maksud perjuangan raden ajeng dari Jepara itu?
Mengapa bukan perlombaan cara berpikir anak-anak itu yang diperlombakan. Lomba yang digelar utnuk anak perempuan dan laki-laki. Mindset perempuan harus nomor dua yang masih saja ada sekrang ini kenapa tidak diubah pelan-pelan sejak dini?
Coba lihat sekeliling kita. Pernahkah me’ngintip’ sebentar betulkah honor para perempuan sudah sama dengan para lelaki? Saya ragu..
Asuransi pabrik saja, untuk kaum lelaki masih ada tanggungan istri. Untuk perempuan, tanggungan suami gak ada lho… (untung saja, status saya tak memungkin untuk protes soal yang satu ini)..
Di daerah timur negeri tercinta ini, para perempuan yang ingin pinjam modal ke Bank, harus mendapat tandatangan sang suami dulu agara permohonannya disetujui. Kondisi itu tak berlaku untuk kaum pria.
Saya tidak tahu, sampai kapan atmosfir ketidakseimbangan ini akan berlangsung. Yang saya tahu, kalau perlombaan Hari Kartini masih hanya seputar lomba berpakaian kebaya maka lupakanlah cita-cita luhur Ibu Kartini itu.
Sekarang, saya mau makan bakso dulu aahh….laperr ey…
12 Comments
April 21, 2008 at 7:06 am
hm.. sayah juga jadi….jadi pengen makan bakso.. yummy!
btw, di beberapa pabrik, bagi karyawan wanitanya sudah ada kok tunjangan jika memiliki suami.. hehe..
–> ya sih..tapi belum merata, bos
April 21, 2008 at 7:25 am
makan ayam bakar ahhhhh trus makan duren
–> hihi…ikutan dongg mau durennya....
April 21, 2008 at 8:32 am
issue gender nih…
selamat hari kartini aja deh..
maju terus perempuan indonesia..!!
–> isu gender pasti lebih dahsyat… ini sih sekedar curhat sajahh… hehe
April 21, 2008 at 10:51 am
foto kucingnya imut
–> Ammar gitu lho… :-)</em>
April 21, 2008 at 11:52 am
hdup kartini…
mkasih dah mmpir, komment dah masuk ko…
cb mmpir lg
tks ya
—> sama-sama :-)</strong>
April 21, 2008 at 12:47 pm
jadi
jadilah penerus Kartini
Perempuan rendah hati yag tinggi kiprahnya
—> berat kang kalu jadi Kartini…harus pake kain kebaya..hehe</em>
April 21, 2008 at 1:09 pm
Mau dooong basonya……
–> ulah ey…gendut ntar..
April 22, 2008 at 12:04 am
yang penting para perempuan selalu ada di samping para lelaki pada saat suka dan duka :p
–> setuju….begitu juga sebaliknya..yaaa??
April 22, 2008 at 12:09 am
kalo hari kartini, mang para kucing juga merayakannya ya??
*dijitak kucing keren*
–> gak dijitak..tapi digigit sama si Ammar Jr …kekeke..
April 22, 2008 at 2:42 am
ah, perempuan biasanya berteriak emansipasi untuk yg enak2nya aja.. tapi kalo lagi bagian yg gak enak, langsung bilang, “aku kan perempuan”
—> hehe ridu ‘panas’ ey…</em>
April 25, 2008 at 11:07 am
Sedikit nyinggung soal gaji, memang msh byk perush yg melihat masalah gender dlm hal memberi gaji. Krn perempuan dianggap pekerja yg tdk efektif (krn sering cuti haid & cuti hamil pula), sallay jg dibedakan.
Tp g sdkt jg siy perush yg emg ngeliat kemampuan, bkn gender. Biasanya gaji aga beda krn latar belakang, entah si ce ini single parent ato gimana.
**halahh kok jd panjang bgd…hehehee
April 26, 2008 at 4:20 pm
@ridu, setuju…..btul itu……
ati2 kl makan bakso…ntar kenyang……
Leave a Reply