July 15, 2008...11:12 am

Ibu Tua Itu…

Jump to Comments

Sebetulnya sudah lama ‘penglihatan’ ini mengganggu saya. Tapi akhir-akhir ini kok ya makin sering saja saya lihat ‘penampakan itu. Tadi pagi, sepanjang perjalanan ke pabrik, kalau tak salah hitung ada tiga sosok ibu tua di jalanan itu yang sedang menadahkan tangan. Beberapa waktu lalu di televisi, saya lihat antrian BLT (Bantuan Langsung Tewas..eh Tunai) juga didominasi para kaum ibu yang sudah sepuh.

Rasanya trenyuh menyaksikan ini. Kok tega-teganya membiarkan sosok rapuh itu berdesakan, mengantri bantuan untuk keluarganya, menengadahkan telapak tangannya demi hidup. Kemanakah anak-anaknya? Cucu-cucunya? Suaminya? Keponakannya?

Seandainya saja anak, suami, keponakan, cucu itu tak ada, tak adakah cara lain yang lebih manusiawi untuk membantu mereka? Kenapa sih petugas pemberi bantuan itu tidak mendatangi saja rumah mereka? Tak ada uang bensin? Ah..

Otak saya juga masih penuh dengan segudang pertanyaan pada petugas sosial di negeri ini. Apakah mereka terlalu sibuk dengan seremonial aktivitas para bosnya? Atau terlalu sibuk dengan sosialisasi kegiatannya? Sehingga para ibu tua itu terpaksa selalu berkeliaran di jalan, terpaksa mengantri panjang untuk sekedar hidup satu, dua hari..

Saya mungkin masih gender, masih menganggap sosok perempuan itu lemah. Tapi, perempuan itu sepertinya dilahirkan untuk terus berjuang. dari melahirkan, menyiapkan segala keperluan rumah termasuk mendidik anak-anaknya. Nah..terus masa tega sih membiarkan mereka berjuang terus sampai sepuh begitu.

Mudah-mudahan kita bukan termasuk dalam kelompok anak-anak yang mengabaikannya…

Dedicated for my lovely mom at no where.. I love you mom…always..

41 Comments

Leave a Reply