July 21, 2008...7:18 am

Panas Dingin…

Jump to Comments

Cuaca akhir-akhir ini, menurut saya, sungguh aneh. Kalau siang panasnya minta ampun, kalau malam dinginnya juga luar biasa…. Awalnya, saya kira ini gara-gara malaria yang kambuh lagi. Tapi, kok ya malam menggigilnya, biasanya kalau malaria saya kambuh menggigilnya selalu siang hari.

Barusan ini, saya sms pada salah seorang penulis iptek yang cukup terkenal namanya di antara pakar-pakar iptek di negeri ini. Saya sms nya begini : Kenapa ya kalau siang panas banget, terus kalau malam dingin banget juga? Lalu dijawab, “ntar aku tanya sama pakarnya”.

Tidak lama kemudian, ada kiriman sms lagi. Isinya begini : “Ini jawab dari pakarnya (Mezak Ratag, Kepala Puslitbang BMG): -- Di bagian selatan ekuator, sedikit sekali awan yang bisa terbentuk. Uap air di udara sedikit sekali. Sinar matahari langsung ke permukaan jadi jauh lebih banyak (20-30 persen lebih banyak dari biasanya) Inilah yang membuat terasa sangat terik. Angin bertiup lebih kencang ke arah samudera hindia karena saat ini suhu muka laut di bagian barat Indonesia lebih dingin. Pada malam hari, karena lautnya dingin, udaranya menjadi sangat dingin—”

Oo.. begitu toh, saya kira ini gara-gara global warming. Eh tapi mungkin juga ya itu karena akibat tidak langsungnya. Saya mereka-reka sendiri saja. Masalahnya, setelah istilah global warming itu rame disebut-sebut, sepertinya cuaca tambah aneh saja. Waktunya musim hujan, ehh matahari malah garang panasnya. Kata pakar lainya sih global warming ini terjadi karena konsumsi bahan bakar fosil atau pembalakan hutan yang berlebihan. Sehingga di atmosfir ini terbentuk banyak gas CO2 . Gas ini mempunyai sifat tidak bisa melewatkan kembali sinar matahari yang terpantulkan dari permukaan bumi. Gak heran cuaca di bumi ini makin panass saja.

Huu…sampai kapankah? Sepertinya tak ada yang bisa jawab. Soalnya life time CO2 itu 200 tahun.. artinya?? Halah… puyeng deh si Ammar Jr…

29 Comments

Leave a Reply