September 17, 2008...8:01 am

Suara Adzan Itu

Jump to Comments

Updated : postingan ini sudah published November 2007. Sengaja saya posting lagi, karena saya mengalami hal yang sama di bulan puasa ini. Mendengar suara adzan yang mengecewakan, tapi juga mendengar suara Adzan yang luar biasa indahnya seperti suara adzan di Mesjid Dian Al Mahri, Mesjid Kubah Emas di Depok itu. Mendengar suara adzan yang indah itu tentu saja pengalaman yang menakjubkan,dan sangat menyejukkan. Karena itu saya re-post tulisan ini..

O ya.. Saya pernah dengar ada berbagai jenis dialek atau logat  Adzan. gaya Adzan Mekah dan Madinnah berbeda?  Ada yang tahukah? Mudah-mudahan bisa dishare di sini. -salam!

Setiap kali adzan itu dikumandangkan, biasanya kening langsung berkerut. Suaranya itu sepertinya ‘mengganggu’ gendang pendengaran. Tak sareh, seperti yang selalu dalam pikiran ini. Saya berusaha introspeksi, apakah memang saya yang tidak mendapatkan hidayah untuk menikmatinya? Atau speakernya yang terlalu keras? Atau karena nadanya amburadul, apalagi diselingi batuk kecil…Atau apalagi.. Wah…. tarsius Saya berusaha tak protes, karena takut kualat, apalagi ini menyangkut hal-hal peka bagi sebagian orang. Saya sempat ‘putus asa’ juga dengan masalah ini. Sampai suatu saat saya harus menuju perkampungan Dayak di ujung Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Di tengah perjalanan, karena menjelang gelap, kami istirahat di sebuah kampung. Kapal boat yang kami tumpangi merapat. Saat itulah saya mendengar suara adzan yang sungguh indahhh sekali. Seketika saya palingkan wajah mencari sumber suara itu. TErnyata ada Mesjid tak jauh dari dermaga. Ah..ini dia kumandang Adzan yang saya impikan. Lantunannya pas, bersih dan bening, juga nadanya. Suara Adzan yang indah ini pun saya dengar lagi ketika bulan puasa kemarin tarawih di Mesjid Al Azhar, Jakarta Selatan. Ternyata ada juga suara adzan yang membuat hati saya terpesona.

Ahh, semoga saja saya selalu mendengarkan suara Adzan yang indah itu.

64 Comments


Leave a Reply