February 19, 2009...9:31 am

Hari yang Cerah…

Jump to Comments

Sudah dua hari ini, sang terang menyelinap di balik gorden kamar saya setiap pagi. Jadi, meski kantuk masih mengayut manja, saya pun beranjak membuka pintu kamar. Lalu membuka semua pintu yang menghubungkan ruang-ruang dingin dengan alam yang begitu hangat.

baju1Musim, kali ini tak menentu. Dua hari lalu hujan tak hentinya turun. Jalan menuju pusat kota pun tak lelah menanggung beban kendaraan yang begitu padat dan bergerak terseret. Meski jengkel, itulah fenomena yang mau tidak mau harus dilalui sekarang ini.

Saya malas menghidupkan televisi. Lagi-lagi berita buruk membuat saya senewen. Dari kebakaran tadi malam di daerah Jakarta utara, demo menentang kehadiran Hillary Clinton, gempa di timur Indonesia, dukun cilik yang sakit, perkelahian siswi SMU di Kupang,  Guru yang menyiksa muridnya lagi, belum lagi isyu puyer yang ternyata mengancam kesehatan.

Tapi, itu semua, mau tak mau harus masuk ke telinga. Tapi pagi hari ini saya ingin menikmati cahaya hangat itu. Menyaksikan burung-burung kecil yang dadanya berwarna kuning itu bergurau dengan kawannya di dahan cemara.

forgetTapi, tiba-tiba saja saya kangen my lovely Ammar Jr. Sedang apa ya dia sekarang? Tadi malam, saya mampir ke supermarket membeli whiskas kesukaannya. AKhir minggu ini saya berencana menengoknya. Kangen ingin mengusap bulunya, memeluk tubuhnya yang gempal, dan mencium pipinya yang menggemaskan..

Hari ini, saya tak ingin mendung muncul. saya ingin matahari itu tetap hadir memberikan energi yang seolah-olah terkikis waktu.

Tapi, saya tak bisa mengelak kehendak lain. Sore ini, hujan datang begitu lebatnya..  Sedih…

36 Comments


Leave a Reply