February 26, 2009...4:46 am

Lucu

Jump to Comments

Sudah empat hari ini, saya off pake gerobak sendiri. Banyak alasannya. Pertama karena tumit kaki saya yang kanan semakin nyeri, setelah terpeleset jatuh gudubrakkk di teras PIM. Saat itu, rasanya baik-baik saja, cuma sedikit lecet di kaki kiri. Ehh.. buntutnya, si tumit itu jadi korban. Katanya sih tulangnya memar. DUh pantas saja sakit banget kalau tersentuh atau digerakkan.

pc2Alasan kedua, karena busway yang mulai dioperasikan di jalur jalan yang setiap hari saya lewati. Kebayang deh, macetnya yang amat sangat sebelumnya bakal double. Kebayang juga tumit kaki saya semakin menderita. Akhirnya, oke lah saya mem’pensiun’kan sementara gerobak hitam saya yang setia itu.

Nah, soal lucu, ini terkait dengan busway -nya. Ceritanya, saya berniat menumpang busway itu dari dan ke pabrik, tempat saya kerja. Hari pertama, terminal busway terlewat jauh dari mobil tumpangan saya. Hari ke dua, kok ragu-ragu, takutnya nanti saya berdiri terus dan nanti muntah lagi seperti yang pernah terjadi bertahun-tahun lampau.. kan malu-maluin.. . Hari ketiga, saya cuma memandangi terminal busway yang kosong melompong itu. Hari ke empat, teng,… jrennggg akhirnya saya kumpulkan segala niat dan keberanian untuk masuk ke dalam terminal busway itu.

Wuaduhh ternyata semua baik-baik saja sampai saya ..ternyata.. mendapat tempat duduk di dalam bus yang dingin itu. Tapi… setelah bus itu berjalan… inilah kelucuannya. Ternyata si busway yang konon diprediksikan cuma 15 menit dari terminal awal ke terminal terdekat dengan pabrik saya itu, butuh 45 menit. Padahal hari itu sudah siang (artinya para pekerja sudah adem di kantornya masing-masing). Yang menjadi penyebab, jalur busway dipadati mobil-mobil pribadi yang entah tidak sadar bahwa jalur yang dipakainya jalur busway atau pura-pura tidak sadar, wong jalan di sebelahnya juga sempit dan macet kok.

Jadi, si supir busway itu, sepertinya juga pasrah saja. Klakson yang sedari tadi dibunyikan juga akhirnya sepi… Dannn.. bus biasa (yang tak punya jalur khusus) ternyata berhasil menyalip si busway yang cantik berwarna abu-abu ini. AKhirnya saya, dan penumpang lainnya, juga tertawa menyadari fakta itu.. Woalahhh… busway atau buscet ini?

Sampai kini, saya tak habis pikir, pak gubernur keukeuh dengan proyek buswaynya di jalur Pondok Indah ini. Jalan yang sempit, full dengan kendaraan umum – pribadi, dan selalu macet tanpa kenal waktu, sekarang ditambah lagi busway.

Semoga sih, pemilik kendaraan pribadi, bakal beralih menggunakan busway ini. Yahh..alasannya jangan seperti saya, hanya karena tulang tumit memar..lah..

45 Comments


Leave a Reply