April 7, 2009...1:09 pm

Menangis

Jump to Comments

Menangislah..bila ingin menangis…

Itu potongan lirik, yang saya ingat banget buatan dani Dewa.. Judulnya apa? lupa! Kenapa saya tiba-tiba nulis ini? Ini gara-gara tadi pagi, pas bangun, televisinya lagi ada acara musik. Dani Dewa yang nyanyi, judulnya juga gak tau.. tapi lagi-lagi,, liriknya yang bikin saya terpaku. Tepatnya liriknya saya lupa : tapi antara lain isinya begini : .. kalau istri pertama marah, pergi ke istri ke dua. kalau dua-duanya marah, cari istri ketiga…

busy1Ahhahaha.. bibir saya langsung tersenyum pahit.. Duh Dani.. Nahh.. belum selesai Dani mengejutkan saya pagi tadi. Setelah lagunya usai, munculah tiga anaknya AL El dan doel.. hmm.. mereka masing-masing bawa perangkat musik, dua orang gitar, dan stunya lagi drum. Judulnya tak kuperhatikan… tapi liriknya itu..yang bikin saya terpaku lagi.. (ini hubungannya sama teasure yang saya pakai di awal tulisan ini).

Begini kurang lebih isinya : .. Kata AYah kami jangan menangis. Karena kami laki-laki. menangis menandakan kami lemah. Tapi kami juga terpaksa menangis saat kekasih hati pergi meninggalkan. Maafkan ayah, karena kami tidak bisa menuruti apa kehendakmu. Tapi kami berjanji tidak akan menangis ……….

Kira-kira begitulah isinya. saya terpaksa merenung (gak penting banget ya). Kok gak boleh menangis ya. Padahal kata Dani, menangislah kalau ingin memangis, karena kita menusia…. (maksudku, kok konsisten dengan syair ciptaannya dulu itu ya)

Trusss, kaitannya dengan lagu yang dinyanyikan dia pertamakali tentang istri tiga itu, bagaimana ya kalau si Dani punya anak cewek.  Faktanya, sekarang, yang saya tahu,  ‘hanya’Al, El dan Doel saja ana-anaknya yang nota bene memang laki-laki. Apa jadinya jika satu atau dua orang di antara mereka perempuan? Apa Dani masih bisa menyanyi dengan .. kalau istri pertama marah, pergi ke istri ke dua. kalau dua-duanya marah, cari istri ketiga..

Yahh… its a life.. its a simple things, like a women has a right to find something that make her convience, like to be a third wife?? (halah apa pula ini).

Yang pasti, saya menangis, ketika tiga jagoan, Al, El, dan Doel, itu beraksi di atas panggung saat jam sekolah. (oh mereka itu home schooling ya). Dani, seperti tiga anaknya itu, saat itu, memakai kostum kaos bertuliskan The GoodFather…

Entah apa motivasi Dani saat itu. Padahal ada waktu panjang buat anak-anaknya berkembang normal. Mudah2an tiga jagoan itu bisa memanfaatkan fasilitas orang tuanya yang mungkin berlebih untuk kapasitas mereka sebagai anak yang masih harus berkembang.

Tidak seperti anak-anak di desa pelosok yang terpaksa harus mengangkat bangku atau meja belajar ke bawah pohon untuk belajar bersama teman2nya yang lain.
Untuk anak-anak desa itu, membuka buku pelajaran saja, merupakan kemewahan yang masih menjadi mimpi.. Mereka juga terpaksa harus membuka sepatu nya, saat harus melintas sungai menuju gedung sekolahnya yang masih semi permanen. Mereka juga terpaksa melewati jembatan gantung yang pijakannya banyak yang sudah rapuh, sementara arus deras mengalir cepat di sungai di bawahnya.

DOel, Al dan El, kalian sangat beruntung! Anak-anak desa itu hanya bisa menangis. Si AMmar Jr juga begitu…

41 Comments


Leave a Reply