June 3, 2009...11:50 am

Neo Lib

Jump to Comments

Neo Lib, apa artinya itu. SI Ammar Jr sampai bingung. Kok tiba-tiba hari ini ada yang mengkaitkannya dengan sebuah kasus yang hari ini jadi head line di mana-mana. Kasus ii bahkan menyaingi kisah seorang model yang berkasus dengan seorang anak raja di negeri seberang… halahhh…

piece4Istilah Neo Lib ini seolah jadi bahan guyonan. COba saja, tiba-tiba saja di ruangan pabrik ini melintas salah seorang tamu yang agak pincang jalannya. “Kenapa pak? tanya salah satu teman. Trus si bapak itu jawab, ini kakinya keeseleo gara-gara main futsal tadi malam. Trus teman saya itu berkomentar lagi begini : “Ohhh, kirain gara-gara virus neo lib,” katanya sambil berlalu dengan wajah tanpa ekspresi. SI tamu dan teman-teman yang lain sampai bengong… walahh apa pula itu maksud si teman itu..

NEo Lib, apakah juga berlaku di dunia kucing? Yang pasti, si Ammar Jr ini karena sering ditinggal sendirian di rumah kosong, seringkali berlaku aneh. JIka saya tiba malam hari ke rumah itu, pagi-paginya dia menyuguhkan seekor tikus mati di pintu gerbang masuk rumah. APa maksudnya? APa dia ingin membuktikan bahwa tanpa saya dia bisa hidup sendiri? Atau dia ingin membuktikan bahwa dia bisa membayar apa yang saya kasih dengan seekor tikus mati itu? (eh..apa ya hubungannya dengan neo lib..??)

Hmm.. reaksi saya saat itu, cuma menjerit (siapa yang tak kaget melihat tikus sekarat di depan mata). Lalu saya suruh si ammar Jr itu untuk membawanya pergi. Tentu saja, si Ammar Jr cuma melongo dan mendekati saya sambil menggosok-gosokkan tubuhnya ke kaki. AKhirnya saya gusur pangku dia ke kamar mandi, saya guyur, saya beri shampo khusus kucing, lalu saya keringkan, terus saya peluk dia di bangku kesayangannya.

Saya coba bicara padanya sambil mengusap-usap bulunya, bahwa di dunia saya tak ada hukum atau politik ekonomi. Kasih sayang saya pada si Ammar jr, tak ditujukan untuk jual beli. Semua yang diberikan hanya karena ketulusan hati. Mudah-mudahan perhatian si ammar jr juga begitu pada saya. Karena ketulusan itu tak akan lekang oleh waktu, meski kita sudah tak punya harta atau kedudukan.

Jadi mau menganut Neo Lib, atau Neo kerakyatan, saya tak peduli. Saya hanya peduli pada mereka yang tulus bekerja untuk sekitarnya. ANda juga?

29 Comments


Leave a Reply