July 28, 2009...11:36 am

Arghhhhhhhhhhhhh

Jump to Comments

Argggghhhhhhhhh… Hari ini sepertinya menjadi puncak segala puncak yang menyebalkan. MEnanggung beban kesalahan orang lain yang @@@###$$%%%…. segala isi kebun binatang masuklah di kotak ini… Puasssssssss!

runDuuhhhhhhh… Menjadi orang baik memang susah ya. Bayangkan saja sedang anteng setir my lovely gerobak — si hitam — di jalan. Tiba-tiba ada motor menyerempet body si hitam. Posisi motor itu ada di sebelah kiri di antara gerobak saya dan motor lain. Hahhh..Bunyi benturan benda keras tadi jelas membuat saya membayangkan sebuah goresn panjang di body  si hitam. Kenapa bisa? Si motor kurang ajar itu ternyata ‘maksa’ jalan di antara si hitam dan motor lain. Kenapa gak ke kanan, kondisi jalan memang lagi paat, gak punya nyali rupanya dia.

Apa yang ada di dalam setiap orang dalam kondisi saya waktu itu? Marah? Wajar! Saya klakson si motor. Eh dia malah kabur, saya klakson lagi trus, akhir berhasil dipepet, lalu apa yang terjadi : sambil buka helemnya dia bilang begini : “Jangan emosi begitu dong, bayangin kalau kamu naik motor , panas tau!”

Lho..lho… kok jadi curhat begitu .. Kalau panas kenapa naik motor? TErus kenapa orang lain dijadikan korban? “B****k, egois! Truss dia ngeloyorrr di antara mobil-mobil yang padat di depan saya.  Busyet! Untunglah saya sempat mengcungkan jari tengah ke wajah si pengecut itu! F*****k !!

Hhhhhhhh…. Kenapa selalu begini. Minggu lalu, tadinya ingin berbuat baik pada seorang teman yang punya hobi tertentu. Jadi meski sulit mengatur waktu, saya iyakan ajakannya, meski ajakannya juga gak signifikan menentukan tempat dan jam. Ini mungkin karena saya juga gak jelas kapan free-nya.

Setelah kemudian waktunya pas, eh malah SMS nya begini : jm 7 kemaleman gak? welehhhh, bo ya udh dijawab oke, ya jangan tanya lagi toh. Setelah itu terjadilah komunikasi yang tak jelas, sampai akhirnya teman saya yang lain memutuskan untuk mengultimatum, oke jam sekian di tunggu, titik.  Ternyata waktupun kembali jadi molor.

Saya sebetulnya, tak masalah soal molor-molor bahkan jika perut keroncongan habis-habisan. Tapi komunikasi yang menggantung itu yang membuat bete.  Pernah minum wine sebotol terus menerus dalam satu waktu? Nah rasanya seperti itulah kalau ada dalam situasi yang menggantung. Apalagi jika, tak mau mendengar pendapat orang lain, seolah semuanya dialah yang tau. Buktinya? Terjebak di tangga darurat! Meski ‘cuma’ 15 menit, perasaan ini rasanya sudah mau meledak. Untunglah saya bisa diam. Betenya lagi, dia ternyata tak menyadari kontribusinya dalam situasi buruk itu . Sepertinya sayalah yang jadi penyebab itu. Hellooooo..

Anda pernah mengajak seseorang makan kesukaan Anda, misalnya Bakmi kepiting, tapi tak dijawab? Beteeeee kan.. Teruss, kalau ANda dalam situasi itu apa yang harus dilakukan?

Ammmmmarr  I misss u crazy! Arghhhhhhhhh…

35 Comments


Leave a Reply