Menulis di sini, sebetulnya seperti minum usai makan. Selalu ingin menulis apa saja yang teralami. Tentang Miyabi, tentang gempa di Jawa Barat, tentang sulitnya jadi pengungsi gempa, tentang keanehan seorang Noordin M TOp, tentang pelantikan anggota DPR/MPR, tentang klaimnya malaysia, tentang tsunami di pulau Samoa, tentang gempa di Padang, tentang gempa di Jambi.
Juga tentang si Cantiek (Istrinya almr Ammar Jr) yang baru saja melahirkan. Anaknya tiga, tapi katanya tak ada yang luriknya seperti si Ammar jr. ah! Sejujurnya, semua tentang itu tersimpan dalam memori otak dan siap dialirkan melalui ketukan keyboard. Tapi ntah kenapa saya masih tak mampu berurai kata di blog ini. apakah itu semua penting saya ceritakan di sini? APalagi yang penting setelah AMmar pergi? Lebay! mungkin saja. Biar saja begitu. Menikmati ke’lebai’an itu ternyata nikmat. Berpura-pura tangguh itu capek.
Saya juga sekarang mulai menghapus satu per satu nomor kontak yang memang tak ingin dikontak. Sejak dulu menjadi orang baik, yang selalu memulai kontak itu ternyata capek. Saya ingin menjadi manusia se manusia-manusianya. Harus tega. Toh untuk apa lagi dipikirkan, jika mereka juga tak ingin dipikirkan oleh kita, iya, kan?
Ingat cerita almarhumah bunda. Katanya : kamu harus memilih mau menjadi elang atau burung pipit. Elang itu akan terbang menjulang mencampai angkasa, hijrah dari satu pucuk pohon ke pucuk pohon lain, karena dia sendiri. Dia tidak pernah berpikir siapa di belakangnya, dan tak pernah repot memikirkan orang lain, karena itu badannya begitu tangguh, kuat, bulu-bulunya pun tebal mengilat.
Kalau burung pipit, mereka hangat karena banyak temannya, tapi tak pernah bisa mengarung angkasa. dia hanya diam di satu sarang. Selalu terbang bersama kelompoknya.
Siapkah saya menjadi Elang? yang tak peduli dengan sekitar? Apakah benar saya bisa tangguh tanpa mereka? Saya lupa bertanya pada bunda, apakah ada burung yang bisa terbang tinggi, tapi juga banyak teman? Mungkin burung gereja?
Haha……
65 Comments
October 1, 2009 at 10:11 am
aku hampir tiap hari melihat burung di di halaman rumahku , burung itu berterbangan dan berkicau dan sembari mencari makanan yang terlihat olehnya. burung itu selalu bersuil ketika ia sendir apalagi ketika berkelompok. dan kulinat burung itupun selalu terseyum ke arahku dalam riang kicaunya. dan akupun mau engkau selalu terseyum dan riang dalam kebahagian.
Dan akupun bahagia melihatmu mengupdate postingan ini. terima kasih atas apresiasinya. semoga terus berkretivitas, semoga
October 1, 2009 at 10:27 am
So …
Jadilah Burung Elang yang santun !
Jadilah Burung Elang yang tangguh !
Salam saya
October 1, 2009 at 10:28 am
dilema diantara dua pilihan
akupun ragu untuk memilih salah satu dari kedua..
di dalam pikiranku aku harus menjadi keduanya
namun kenyataannya kita memang harus memilih salah satu jalan diantara dua atau lebih pilihan
coba renungkan kembali niatmu
jadilah lebih dari yang kamu inginkan..
October 1, 2009 at 12:04 pm
Wah saya senang tuh dengan nasihat bunda, cakep banget maknanya.
Kalau pensiunan kayak saya jadi burung apa ya enknya. Manuk-manukan saja deh.
Salam hangat dari Surabaya
October 1, 2009 at 12:30 pm
Kita harus mencoba menjadi elang…
Di dunia ini apa yang gak mungkin..??
Asal kita berusaha dan mau berdoa, pasti semua bisa
October 1, 2009 at 3:28 pm
Saya sendiri sudah punya burung yang gak ingin saya rubah.
Usul; gimana kalau burung bagau terbang jauh bersama-sama. kalau nggak ya burung unta sekalian.
October 1, 2009 at 3:32 pm
hemm, burung garuda mungkin, kayak lambang negara
October 1, 2009 at 5:03 pm
jadi burung apapun, yang penting bisa berekpresi dengan bebas dan berbagi…
October 1, 2009 at 5:49 pm
Wah keren banget filosofi alm bundanya.
Tapi menurut saya kita tetep butuh orang lain, sebagai manusia kita punya keterbatasan. Mungkin maksud almarhum jangan terlalu ngandelin temen kali yah (kebetulan saya lagi mengalami diskursus squad intern saya)
nice
October 2, 2009 at 2:38 am
mungkinkah kucing menjelma jadi elang?
October 2, 2009 at 3:08 am
bener banget tuh…ungkapan yang tega
dalam hidup, sikap itu harus ada. kalo nggak, kita akan selalu di rugikan
October 2, 2009 at 5:28 am
Setegar apapun manusia mencoba untuk tegar tapi jauh dalam lubuk hatinya, hatinya rapuh dan tidak kuat menahan cobaan.
Wajah tersenyum namun hati menangis.
Mungkin seperti inilah yang dialami mbak kucingkeren setelah kehilangan Ammar.
Entah itu burung garuda atau burung pipit, keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
October 2, 2009 at 5:48 am
ah..betulkah?
October 2, 2009 at 8:14 am
sang elang pun pasti butuh binatang lain, setidaknya untuk makanannya..
eh nyambung ga ya… ?
October 2, 2009 at 10:53 am
saya suka sekali dengan elang jawa..
jadilah elang..
salam rimba raya lestari..
October 2, 2009 at 2:40 pm
pastinya burung garuda selalu di dadaku..,
October 2, 2009 at 3:04 pm
kucing mau jadi elang yah!
wekekkeekkek!
kaburr!
October 2, 2009 at 4:08 pm
jadi burung pipit aja, tapi yang pinter sehingga bisa cari cara untuk mengarungi angkasa. heh heh heh… Apa kabar? Makasi ya udah mampir…
October 3, 2009 at 12:51 am
Jd burung elang aja..
Tapi elang jawa yah..ampir punah tuh populasinya..
Habitatnya udah banyak yg rusak.
Tapi kalo ga salah di taman nasional gunung halimun masih ada deh..
*sok tau mode on*
hihi
October 4, 2009 at 8:57 am
jadi burung peking saja. gak bisa terbang tinggi, kawannya banyak sekali. tapi ketika lihat burung besar, takuuut.he..he..salam,
October 4, 2009 at 10:51 am
susah juga pilihannya, kalau burung elang hidup sendiri, sedang didunia ini kan tidak bisa hidup sendiri …
mending burung .. nuri ..terbang tinggi …(sambil nyanyi …) lalala ..lilili ….
October 4, 2009 at 11:04 am
Hm… Susah memang menjadi manusia sosial seutuhnya, apalagi kita belum bisa mandiri secara jasmani dan rohani. Tapi kadang menjadi single fighter juga bukan pilihan yang tepat karena kembali ke “takdir”, manusia itu memang mahluk sosial
October 5, 2009 at 9:33 am
lagi galau yah, jeng ? nikmati saja….sambil menguatkan sayap, untuk kemudian terbang kembali.
October 6, 2009 at 3:10 pm
gempa sumbar g’ mba”
October 7, 2009 at 5:05 am
jadi elang tidak masalah sepanjang elang tangguh yang berbudi tapi tetap peduli atau burung pipit yang hangat selalu bersama tetapi tak mudah goyah dan lemah ketika menghadapi kesulitan dengan diatasi bersama-sama
October 7, 2009 at 8:03 am
blue selalu mensuport apapun yang u kerjakan sahabat…..semangat semangat
salam hangat selalu
October 7, 2009 at 7:11 pm
malem kawan…
aku cuman mampir aja,,, komengnya ngutang dulu…
soalnya masih banyak sahabat yang harus aku kunjungi *maklum udah lama gaka BW* he he he he
salam
October 8, 2009 at 12:46 am
Kalau aku sih pengennya jadi burung elang gaul, jadi tetap bisa hangat dengan teman-teman…
October 8, 2009 at 7:08 am
Salam Takzim
Sahabat saya juga mau bagi-bagi hadiah nih yang khusus buat yang punya Kucing Keren, berupa Banjir Award Dijuemput ya !!!
Salam Takzim Batavusqu
October 9, 2009 at 7:30 am
Selamat siang saudarakuw, ^_^…V
October 9, 2009 at 1:13 pm
biar ada semangatnya blue datang dech….hehehe
salam hangat selalu
October 11, 2009 at 7:05 am
Salam Hangat Selalu dari AbulaMedia
October 11, 2009 at 10:32 am
apalagi?
ya berkunjung lagilah bluenyA
memberi semangat hehehe…..
salam hangat selalu
October 11, 2009 at 6:21 pm
malam smw, lam kenal bro
October 12, 2009 at 3:43 pm
apalagi yah..
Kenanga lagi nih hadir…
apa kabar???
mampir ke Istana yah
October 14, 2009 at 3:23 am
siang bang………
ayo dong semangatnya jangan ketinggalan ya bang……..
salam hangat selalu
blue selalu berharap abang selalu sehat
October 14, 2009 at 11:02 am
Saya rada-rada nggak ingat tuh! ^_^…V
October 14, 2009 at 7:21 pm
sumpah saya kangen sama si Amar sis…padahal cuma lihat dari fotonya aja.ah moga dia tenang di sana ya…Btw apa kabar sis. moga sehat-sehat aja ya…
October 15, 2009 at 5:04 pm
suka deh dengan petuah bundamu.
kalau jadi burung, aku ingin jadi burung merpati aja deh. bisa terbang tinggi, tapi juga bisa diandalkan dan dipercaya untuk mengantar pesan. berarti mudah bergaul dan disukai juga dong. hehe…
ayo, semangat lagi, ammar. walaupun ammar jr. sudah tidak ada, tapi semangatmu jangan ikut-ikutan mati dong.
October 16, 2009 at 6:49 am
sekarang bukan apalagi,
tapi kapan ammar bercerita baru disini…?
October 16, 2009 at 7:12 am
ayo , ayo semangat. update lagi ya. kalo udah update bilang.oke. selamat siap. semoga banyak inspirasi .
October 16, 2009 at 8:23 am
salam hangat selalu
bang ayo dong semangat
October 20, 2009 at 10:25 am
apalagi coba…………………
salam
October 22, 2009 at 3:03 am
Enaknya milih jadi apa nih?
October 25, 2009 at 9:51 am
Salam kenal
hmm… lagi libur ya….?
salam
October 26, 2009 at 12:27 pm
apalagi?
ya semangat dong ok
salam hangat selalu
October 27, 2009 at 12:58 pm
Bloghicking malam-malam. Mengunjungi para sahabat, siapa tahu ada suguhan yang hangat.
October 28, 2009 at 4:06 pm
Met malem… lagi jalan2 dan mampir deh.. sekalian menimba hikmah.. ^_^
October 29, 2009 at 2:28 pm
terus terang tulisan ini benar-benar menggugah diri saya, sepertinya harus banting stir jadi Elang nih.. dah capek jadi burung pipit. Toh gak ada salahnya menjadi burung Elang kalau memang tidak ada yang dirugikan
tks friend…
October 30, 2009 at 7:39 am
apalagi yah…
bingung!!!
November 2, 2009 at 3:07 pm
tetap berkunjung ke rumah abnagku
salam hangat selalu
November 3, 2009 at 5:01 am
Halo mbak kucingkeren.
Kok belum update dan online?
November 4, 2009 at 3:55 pm
ah ngomong apa yah ? jadilah dirimu sendiri
November 9, 2009 at 11:51 am
Salam Takzim
Dooh lama ga kesini, masih ingat ga ya, kucing keren
Salam Takzim Batavusqu
November 10, 2009 at 1:09 pm
hadiirrrrrrrr… lageeeeeeee….
malam2 mengunjungi sahabat… setelah sekian lama tak bersua… Apa kabar sahabat?
hehehhe… jadi burung apa aja boleh, nyang terpenting dikau nyaman menjalaninya sahabat…
cu…
November 11, 2009 at 1:11 am
suka dengan kata2 ibumu… kalo saya berpikir ada masanya itu saat kita akan jadi elang dan saat kita akan jadi burung pipit. mungkin lebih flexible kali ya….
November 12, 2009 at 7:18 am
saya lebih senang jadi elang karna mampu terbang menjulang ke tempat yang tinggi dan jika dia sudah merasa lelah/capek dia dapat turun dan berbagi cerita dengan teman-temannya seperti si pipit yang kecil dan ramah tentang keadaan ditempat yang tinggi (yaa walaupun beda jeniss, hehehe). Dengan begitu si elang dapat terlihat tangguh karna mampu terbang tinggi tapi juga dapat memikirkan dan memberikan kehangatan untuk burung lain yang lebih lemah darinya. Jadi si elang akan merasa hidupnya sungguh berarti.
wah tidak terasa sudah panjang lebar. postingannya baguss sekali memberikan saya motivasi dan inspirasi.hehehe
ini kunjungan pertama saia. salam berkawan ^^
November 20, 2009 at 6:19 am
kok pilihannya elang dan pipit doang sih? ya udah deh… gw jadi burung pipit aja… lucu dan menggemaskan
November 26, 2009 at 10:52 am
malam saudaraku tersayang…….
pa cabar
semangat semangat i miss u banget banget
salam hangat selalu
December 1, 2009 at 7:47 am
Hai Sis,
Apa kabarmu? Sudah ceriakah sejak kepergian Ammar?
Saya jg suka dengan petuah ibumu tentang burung pipit atau burung elang. Inginnya sih jadi burung elang yg hangat, tp apa ada?
December 5, 2009 at 12:40 pm
generasi kita sudah mulai banyak yang jarang ngeblog dan bue berharap abangku tetap memiliki semangat y
salam hangat selalu
semoga sehat
December 7, 2009 at 2:48 pm
Hm, nice question sis
memang jika memungkinkan, inginnnya seperti elang yang terbang menjulang, tapi tetap rendah hati, tidak hidup dalam sunyi, sendiri…
December 16, 2009 at 5:40 pm
Ada kalanya kita menjadi seekor burung elang yg gagah perkasa…..
Dan ada kalanya kita menjadi seekor burung pipit yg hangat.
Salam
December 17, 2009 at 4:13 am
Salam Takzim
Mohon izin dan mohon maap,
Selamat tahun baru 1431H
Semoga banyak pahala yang disimpan
Salam Takzim Batavusqu
December 22, 2009 at 12:00 am
Halo mbak. Masih sibuk ya?