July 15, 2008
Ibu Tua Itu…
Sebetulnya sudah lama ‘penglihatan’ ini mengganggu saya. Tapi akhir-akhir ini kok ya makin sering saja saya lihat ‘penampakan itu. Tadi pagi, sepanjang perjalanan ke pabrik, kalau tak salah hitung ada tiga sosok ibu tua di jalanan itu yang sedang menadahkan tangan. Beberapa waktu lalu di televisi, saya lihat antrian BLT (Bantuan Langsung Tewas..eh Tunai) juga didominasi para kaum ibu yang sudah sepuh.
Rasanya trenyuh menyaksikan ini. Kok tega-teganya membiarkan sosok rapuh itu berdesakan, mengantri bantuan untuk keluarganya, menengadahkan telapak tangannya demi hidup. Kemanakah anak-anaknya? Cucu-cucunya? Suaminya? Keponakannya?
Seandainya saja anak, suami, keponakan, cucu itu tak ada, tak adakah cara lain yang lebih manusiawi untuk membantu mereka? Kenapa sih petugas pemberi bantuan itu tidak mendatangi saja rumah mereka? Tak ada uang bensin? Ah..
Otak saya juga masih penuh dengan segudang pertanyaan pada petugas sosial di negeri ini. Apakah mereka terlalu sibuk dengan seremonial aktivitas para bosnya? Atau terlalu sibuk dengan sosialisasi kegiatannya? Sehingga para ibu tua itu terpaksa selalu berkeliaran di jalan, terpaksa mengantri panjang untuk sekedar hidup satu, dua hari.. Keep reading →
