Monthly Archives: August 2007

Lady Di

….Loneliness was tough
The toughest role you ever played
Hollywood created a superstar
And pain was the price you paid
Even when you died
Oh the press still hounded you
All the papers had to say

Itu penggalan lyrics lagu yang dinyanyikan Elton John saat pemakaman Lady Di 10 tahun lalu...Candle in The WInd..

Lagu itu pula yang tadi saya dengar di radio-radio. Semua tampaknya masih menangisi kepergian perempuan fenomenal ini. Hari ini tepatnya 10 tahun lalu, 31 Agustus 1997, Putri Diana meninggal dalam suatu kecelakaan mobil di kota Paris, Perancis. Selain dirinya, yang juga tewas adalah kekasihnya Dodi al-Fayed, pengendara mobil Henri Paul dan bodyguard al-Fayed Trevor Rees-Jones.

tarsiusSaat sosoknya muncul pertama kali ketika diumumkan menjadi bakal calon Her Royal Highness The Princess of Wales, dunia memburunya. semua ingin tahu kehidupan mantan guru TK ini. Pernikahannya yang konon terbesar di abad 20, pertikaian rumahtangganya, sampai upacara kematiannya, seorlah tak terlupakan. Dan seperti lagu favoritnya ..
..
And pain was the price you paid
Even when you died
Oh the press still hounded you….

Sampai kematian merenggutnya, bahkan sampai 10 tahun kemudian mungkin juga kelak, nama Lady Di, tampaknya masih akan terus dibicarakan.

Pertanyaan besar dalam benak saya. Jika saja dari awal, Diana dan Charles masing-masing jujur dengan hubungannya itu, apakah Diana akan mati tragis seperti itu? entahlah.. Hari ini saya search di google foto2 kucing, ada style mirip sang putri ini, malu-malu, in blue...

3 Comments

Filed under Uncategorized

Dialog dengan Kucing

tarsiusKok kucing diajak bicara, kata salah seorang teman suatu hari. Dia juga terheran-heran ketika saya menyebutkan bahwa kucing saya itu sedang sedih. Hehe… saya juga heran, kenapa ya saya bisa tahu kalau kucing saya lagi sedih, sedang jahil, sedang marah, sedang cemburu?

Naluri? atau karena pergaulan saya dengan kucing-kucing itu sejak kecil? Tapi saya yakin kok, bahwa kucing itu bisa diajak dialog. Saya ingat waktu kecil dulu, saya punya kucing namanya ‘Mama’. Kenapa disebut Mama? Karena dia memang berperan sebagai ibu, ketika ibu saya sedang sibuk kerja di organisasinya. Bagaimana perannya? Contohnya, saat saya dan adik saya bertengkar hebat, si ‘Mama’ ini berdiri di tenagh-tengah kami sambil mengeong-ngeong. Kemudian menghampiri kami satu per satu sambil menepuk-nepuk pipi kami dengan cakarnya. Believe it or not.. buts its the fact.!

tarsiusSemasa kuliah, Continue reading

2 Comments

Filed under kucing

Agenda Angkasa Raya

tarsiusKEmarin malam dalam perjalanan pulang dari velbak, sambil nyupir saya sesekali menengok ke langit. Di radio, penyiarnya heboh mendeskripsikan luarbiasanya fenomena alam saat itu. Gerhana bulan. Sepanjang umur, saya memang sudah beberapa kali ‘bertemu’ dengan gerhana ini. Gerhana matahari paling mengasyikkan. Pasalnya, saya merasakan perubahan dari terang – gelap – terang lagi. Nah, kalao gerhana bulan? Makanya saat itu saya berusaha menengok langit, manaa ya bulannya? AKhirnya saya meminggirkan mobil, kemudian keluar, dan bergabung dengan orang-orang yang berkumpul dan mengamati sesuatu di atas. BEnar dugaan saya, mereka sedang mengamati fenomena alam itu. Bulannya secara pelan tertutup. Menakjubkan memang menjadi saksi saat bulan tertutup bayangan bumi.

Sambil melanjutkan perjalanan, saya agak berpikir sedikit. Angkasa raya ini rupanya padat juga agendanya akhir-akhir ini. Tak lebih sebulan, sudah ada tiga kejadian besar (ini hanya yang terekam dari pantauan saya saja). PErtama hujan meteor, terus Mars yang mendekati bumi, lalu kemarin malam itu gerhana bulan. Pagi tadi saya baca di koran, konon bumi sedang terancam benturan dengan asteroid berdiameter 1/4 mil. Weehh… Continue reading

1 Comment

Filed under jurnal

Keren Bener..

Sore ini saya dapat kiriman keren dari teman yang gak bosan-bosannya support sayamembuat blog ini. Pas dibuka..woww cool man!! Gambar kucing yang sedang antri minyak tanah…eh antri susu fresh from the mama cow.. Uju buneng..seru banget..

kucingpinterPerhatikan deh, gayanya itu ‘menangkap’ kucuran air susu dari ‘sang mama’. Dua kakinya menahan tubuhnya yang agak condong ke depan, terus lihat lagi dua tangan eh kaki yang lainnya, ‘pasrah’ menggantung. The cowboy, sepertinya menikmati juga aksi si kucing pintar itu. Di belakangnya si kucing ‘garong’ (eh bukan ya..soalnya bulunya itu khas kucing yang berkeliaran di luar yang selalu bergaya preman) itu, ada kucing berbulu hitam putih yang sedang menunggu antrian… Duhh andaikan saja saya ada di sana..ikut antri juga kali yee…hehehe. Thanks Mas Puji.. Its cool man..!

1 Comment

Filed under kucing

Teh atau ..

Alkisah sekitar tahun 2737 sebelum masehi di negeri Cina, hiduplah seorang kaisar bernama Shen Nung yang juga dikenal sebagai Bapak Tanaman Obat-Obatan Tradisional Cina saat itu. Suatu hari ketika sang Kaisar sedang bekerja di salah satu sudut kebunnya, terlebih dahulu ia merebus air dikuali di bawah rindangan pohon. Secara kebetulan, angin bertiup cukup keras dan menggugurkan beberapa helai daun pohon tersebut dan jatuh kedalam rebusan air dan terseduh. Sewaktu sang Kaisar meminum air rebusan tersebut, ia merasa bahwa air yang diminumnya lebih sedap daripada air putih biasa, dan menjadikan badan lebih segar.

teh Daun yang terseduh kedalam rebusan air sang Kaisar adalah daun Teh. Dan sejak saat itu teh mulai dikenal dan disebarluaskan.

Jenis teh pun kemudian semakin bervariasi. Bahkan ada istilah yang ‘aneh’. SImak saja istilah yang saya kutip dari wikipedia :
# Teh kuning: Samaada digunakan sebagai nama bagi teh berkuali tinggi yang dihidangkan di istana Maharaja, ataupun teh khas yang diproses menyerupai teh hijau, tetapi dengan fasa pengeringan yang lebih perlahan.
# Chong Cha (虫茶): Harafiahnya teh cacing, rebusan ini diperbuat dengan benih pokok renek teh dan bukan daunnya. Ia digunakan dalam perubatan Cina untuk menangani haba musim panas dan juga simptom selsema “influenza”.
# Kukicha: Juga dikenali sebagai teh musim sejuk, kukicha diperbuat daripada ranting dan daun tua yang dipotong dari pokok teh semasa musim bertapa dan dilayur di atas api. Popular sebagai makanan kesihatan di Jepun dan dalam diet macrobiotik.

Meskipun namanya aneh-aneh, Continue reading

4 Comments

Filed under jurnal

Sate

Daging yang dipotong-potong kecil kemudian dipanggang di atas api ini adalah salah satu makanan favorit saya . Saking favoritnya, saya rela menyingkirkan kepiting goreng kecap yang juga kesukaan saya untuk hanya menikmati rasa sate di lidah. DUlu ada tukang sate ayam langganan saya yang berkeliling di kompleks rumah. Setiap jam tujuh malam, si pak sate itu sudah siap siaga di luar pagar rumah. Tapi kebiasaan itu langsung berhenti sejak beredar isu bahwa sate yang dijual keliling itu pake daging kucing… huhuhu…. panik deh saya. Meski isu itu tak jelas ujung pangkal dan kebenarannya, sayang langsung goodbye deh sama tukang sate langganan itu, juga tukan sate yang tak jelas.

kucing Sejak itu, saya hanya makan sate buatan sendiri. Meski sesekali saya beli juga sate di luar, sate kambing kebun sirih atau di sate house senayan, atau di PSK itu.. Kenapa mau? ya itu dagingnya kan langsung dipotong-potong di depan pengunjung…yaahh setidaknya, saya tau lah yang dipotong itu bukan kucing 😦

Kemarin, di tengah perjalanan dan terjebak macet di daerah mangga dua, saya ngobrol sama teman seperjalanan. Dan topik pembicaraan sampa pada sate. “Gue penasaran nih sama sate, kenapa ya ditusuk2 kecil, gemana itu sejarahnya, ya?” katanya. Saya sedikit ‘terpesona’ dengan pertanyaan itu, iya juga ya, bagaimana itu sejarahnya, pikir saya. Hmm.. mungkin waktu itu yang menciptakan terburu-buru ingin dagingnya cepat matang, jadi dia potong-potong kecil, terus ditusuk-tusuk pake lidi atau bambu, soalnya bagaimana mereka bakar daging-daging kecil itu dibakar di atas api, langsung pakai tangan? weehh..nanti ikut kebakar dong tangannya.

Tapi saya, Continue reading

Leave a comment

Filed under jurnal

Hiroshi..

Jadikan aku yang kedua,…
buatlah diriku bahagia..
meskipun kau tak akan pernah menjadi milikku selamanya… ta..tata.. ta..tata….

itu bait lagu yang pastinya biasa dinyanyikan orang dewasa..semua pasti tau,.. Tapi hari minggu kemarin, saya dikejutkan oleh senandung kecil yang dikeluarkan mulut keponakan saya yang November nanti bakal ulang tahun yang ke-3.. Hiroshi..

Please deh.. saat itu, saya lagi serius memperhatikan baris-baris kalimat pada layar laptop. Tiba-tiba si Ochi, begitu saya panggil si lelaki kecil tampan itu, mendekati saya, terus ikuit-ikut serius memperhatian layar laptop sambil menopang dagu pake tangan kanannya, persis seperti yang saya lakukan.. Tak lama..eehhh keluarlah senandung itu…. busyettt…meski bahasanya masih cadel..tapi lirik dan nadanya, pas gileee… saya sampai berpaling memperhatikan si ganteng ini bersenandung.

Uhh… pastinya dia gak tau apa makna syair itu…. mudah-mudahan saja! Memang enak ya jadi yang kedua?? Ochiiiii, love its not easy gantenggggg…

2 Comments

Filed under jurnal