Ikan Purba dan Monyet Terkecil Di Dunia

Pesona lautnya tak tertandingi. Ketika diving atau snorkeling, mungkin coelacanth, si ikan purba itu bakal menjadi teman kencan di bawah laut.

tarsiusLokasinya membentang di selatan kota Bitung. Dipisah oleh Selat Lembeh, Pulau Lembeh menjadi salah satu objek wisata unggulan di Kota Bitung. Di sana ada 8 resort yang telah beroperasi. Setiap resort memiliki keunikannya tersendiri. Ada yang memiliki ‘akuarium laut’. Yaitu, jika air pasang, dengan hanya menebar remahan roti, aneka ragam ikan segera ‘menyerbu’ Anda. Pengalaman unik yang tak terlupakan, jika ikan-ikan itu dengan manja menyentuh ujung jari Anda yang nyemplung ke laut.

tarsiusAda juga Lembeh Resort. Di atas tanah 9 hektare, dengan topografi landai dan berbukit berdiri 12 cottage dengan desain arsitektur tradisional dan modern berfasilitas bintang lima. Teristimewa adalah keindahan ‘halaman’ resortnya yang memiliki keindahan bawah laut menakjubkan. Tak heran kalau para tamunya didominasi mereka penyuka keindahan bawah laut. Hampir berbagai jenis ikan dari seluruh dunia ada di sini. “Bahkan ikan purba, coelacanth pun pernah ditemukan di perairan Sulawesi Utara ini,” ujar Luisa Luntungan, Kepala Dinas Pariwisata Pemkot Bitung.


Selain laut, wisata darat di Bitung pun asyik dilakukan. Taman Nasional Tangkoko, misalnya memiliki jenis satwa endemik, seperti Burung Maleo, Monyet Pantat Merah, Tarsius (monyet terkecil di dunia). Sayang, hewan langka ini agak sulit ditemukan karena sering bersembunyi di area tertentu di tengah hutan. Tapi, tak perlu khawatir, jika penasaran dan tak punya banyak waktu mencari hewan langka itu di Hutan Tangkoko, ada pilihan menarik. Yaitu sebuah tempat penangkaran di daerah Bitung Timur yang oleh penduduk di sekitar tersebut disebut Kebun Binatang. Berbagai hewan unik ada di sana. Antara lain, ular Phyton seberat 214 Kg, dengan panjang 6,7 meter dan diameternya 25 cm. Juga elang bondol, buaya, sampai monyet pantat merah serta tarsius ada di sana. Area yang berada di tengah kebun kelapa ini milik pasangan Mika dan Imam. Mika atau lengkapnya Jeffalin Mika Gumolang SH , adalah sosok yang pada 1994 memperoleh penghargaan Kalpataru dari Presiden Soeharto dalam kapasitasnya sebagai pelestari satwa.

Di tengah kota di kawasan Kelurahan Dano Wudu, Bitung Utara, ada Hutan Kota seluas 17,5 Hektar. Selain terdapat hewan langka, ada sekitar 300-an jenis kayu tumbuh di sini. Masuk ke dalam, terdapat area perkemahan. Masih di area Hutan Kota ada mata air dari batu yang menjadi sumber air seluruh kawasan Bitung.

Selebihnya, tata kota yang serba bersih dan cantik karena ditumbuhi tanaman bunga pun seringkali menjadi area rileks para pejalan kaki. Bahkan tempat Pembuangan Sampat Akhir (TPA) pun bisa menjadi tempat wisata. Tak heran karena, sistem pembuang sampahnya menggunakan sistem buang tutup, sehingga bau tak sedap tak muncul di area tersebut.

Advertisements

3 Comments

Filed under jurnal

3 responses to “Ikan Purba dan Monyet Terkecil Di Dunia

  1. s dian andryanto

    Saya sangat tertarik dengan cerita ke Bitung ini. Sampai ke Bitung yang penuh perjuangan itu, perjalanannya pasti heroik banget ya? naik turun bukit, sampai dalam air, naik lagi ke pantai. wah pasti horor banget ya? apalagi sampai ngelihat monyet kecil dan berburu ikan purba pasti seru banget…. fotonya gak salah kan? jangan salah ya, bisa berabe nanti hahahaha…..

  2. wah benar-benar menarik

  3. Pingback: 2010 in review | After Ammar's Gone

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s