Kecepatan

Saya suka kagum dengan gerakan si AMmar (again about my lovely cat) itu. Bayangkan saja, hanya dalam sekejap, dari posisi diam, mulutnya sudah bisa menangkap kupu-kupu yang lagi ‘istirahat’ di daun kesayangan my mom. Jika saja ada fotografer yang sedang mengamati keseharian saya, mungkin bisa tertangkap wajah bengong yang paling jelek sedunia.. habis terkesima gitu…

fast Tapi tikus got pun luar biasa cepat geraknya, apalagi kalau lagi nyeberang jalan raya. Pernah suatu kali nyaris saja tikus got besar yang bulunya lebat itu (hiyyy..) rata oleh ban mobil saya. Jalan raya yang kosong di daerah ANtasari kalau malam mendekati pagi kan lengang.. mobil bisa dipacu antara 60-80 km per jam. . Tiba-tiba tak jauh di depan mobil, melintas sesuatu yang luar biasa gerakannya, wuihh… menginjak rem dalam kecepatan seperti itu, sama saja menyerahkan hidup ke surga.. ternyata sesuatu yang kemudian saya tahu tikus got sebesar anak kucing usia 2 bulan itu selamat menepi di seberang jalan itu..wuihhh….

Dalam kondisi mepet, mahluk hidup memang kadang-kadang diberi anugerah kekuatan tak terhingga. Satu contohnya tikus got tadi. Normally, on the paper, that rat couldn’t save from my car.. but in fact… it s safe man…

Tulisan ini judulnya ‘kecepatan’, soalnya saya mau ngobrol soal kecepatan yang kadang-kadang diartikan sumir oleh kebanyakan orang. Di Tol, coba sebut berapa kecepatan ideal buat sebuah mobil. Barusan saya ngobrol dengan temen yang ngerti banget soal dunia otomotif. Katanya semakin berat dan cepat mobil itu bergerak, maka semakin berbahayalah resiko kecelakaan yang terjadi yang dialami si mobil ybs. “Harusnya jangan cepet-cepet lah,” katanya. Ada satu hal lagi yang disebutkan, harus menjaga jarak aman di antara dua mobil. Wahh.. saya sih senang kalau mengemudi dalam jarak aman. Masalahnya, jarak aman itu suka di’curi’ orang. Akhirnya, tak pernah saya mengemudi dalam jarak aman, bahkan kadang-kadang, sayalah yang ‘mencuri’ jarak aman itu. Gileee.. sayang banget kan kalau ada ‘ruang’ di antara mobil yang sedang melaju. Malah kadang-kadang saya suka mikir sama mobil di depan saya yang membiarkan ruang kosong di depannya.. “Ihhh nyebelin banget si mobil di depan. Lelet banget sihhh.” Nah loh….

COba saja, bayangkan mengemudi di jalan tol tertahan, gara-gara mobil yang kecepatannya di bawah normal dalam rangka menjaga jarak aman… hmmmmmmm…. dilema deh…

Tapi, seperti kata teman tadi, jika saja semua pengemudi berpikiran sama soal jarak aman, pasti kita semakin safe lah…. sok atuh… 🙂

Advertisements

Leave a comment

Filed under jurnal, kucing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s