Panjat Pinang

Indonesia ulang tahun lagi… Lapangan kosong kini marak dengan warna merah putih, warna kebanggaan negeri ini. Berbagai lomba mulai digelar, termasuk panjat pinang. Yaitu memanjat batang pinang yang sudah dilumuri oli (biar licin), kalao berhasil bisa ‘memetik’ hadiah yang bergelantungan di atas sana.

pinang Soal panjat pinang ini, ternyata peminatnya tak hanya laki-laki lho. Sekitar 3 tahun lalu ketika pulang liputan di Kutai Timur, Tenggarong, dalam perjalanan pulang menuju Samarinda, di sebuah desa (lupa euy namanya), mobil kami terhambat sekerumunan orang yang sedang menonton sesuatu. AKhirnya kami menepi dulu, soalnya penasaran. Ternyata, ada perlombaan panjat pinang. Tapi kok, kenapa seheboh itu, welehhh, ternyata pesertanya para perempuan…. waduhh mak, seumur hidup, baru kali itulah saya melihat para perempuan berkutat menaiki batang pinang yang licin itu. Perempuan yang bertugas di bawah, malah merelakan kepalanya diinjak rekannya, kebayang kan bagaimana mimiknya…wuhhh….

Entah karena struktur tubuhnya yang memang agak sulit memeluk batang pinang itu, atau karena memang kemampuannya belum oke, akhirnya kelompok perempuan-perempuan yang luar biasa itu melorot semuanya ke bawah.. hadiah sepeda, uang, dan produk makanan pun hanya menggantung bergoyang di tiup angin…. duhh perempuan….

Advertisements

Leave a comment

Filed under jurnal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s