Teh atau ..

Alkisah sekitar tahun 2737 sebelum masehi di negeri Cina, hiduplah seorang kaisar bernama Shen Nung yang juga dikenal sebagai Bapak Tanaman Obat-Obatan Tradisional Cina saat itu. Suatu hari ketika sang Kaisar sedang bekerja di salah satu sudut kebunnya, terlebih dahulu ia merebus air dikuali di bawah rindangan pohon. Secara kebetulan, angin bertiup cukup keras dan menggugurkan beberapa helai daun pohon tersebut dan jatuh kedalam rebusan air dan terseduh. Sewaktu sang Kaisar meminum air rebusan tersebut, ia merasa bahwa air yang diminumnya lebih sedap daripada air putih biasa, dan menjadikan badan lebih segar.

teh Daun yang terseduh kedalam rebusan air sang Kaisar adalah daun Teh. Dan sejak saat itu teh mulai dikenal dan disebarluaskan.

Jenis teh pun kemudian semakin bervariasi. Bahkan ada istilah yang ‘aneh’. SImak saja istilah yang saya kutip dari wikipedia :
# Teh kuning: Samaada digunakan sebagai nama bagi teh berkuali tinggi yang dihidangkan di istana Maharaja, ataupun teh khas yang diproses menyerupai teh hijau, tetapi dengan fasa pengeringan yang lebih perlahan.
# Chong Cha (虫茶): Harafiahnya teh cacing, rebusan ini diperbuat dengan benih pokok renek teh dan bukan daunnya. Ia digunakan dalam perubatan Cina untuk menangani haba musim panas dan juga simptom selsema “influenza”.
# Kukicha: Juga dikenali sebagai teh musim sejuk, kukicha diperbuat daripada ranting dan daun tua yang dipotong dari pokok teh semasa musim bertapa dan dilayur di atas api. Popular sebagai makanan kesihatan di Jepun dan dalam diet macrobiotik.

Meskipun namanya aneh-aneh, tapi sepertinya semua bahannya dari pohon teh (entah itu dari ranting, akar, dan sebagainya, yang pasti semuanya dari pohon teh), jadi masih pantas lah minumannya disebut teh.

Nah, yang saya bingung, ada beberapa jenis minuman yang seduhannya bukan dari tanaman teh, seperti cammomile, dan bebungaan lainnya, tapi juga tetep disebut teh. APa coba relevansinya. Kayaknya gak klik tuh dengan sejarahnya, bahwa teh adalah minuman yang diseduh dengan daun teh (ataupun tanaman teh).. Masa yang bukan tanaman teh, seperti cammomile jadi disebut teh cammomile (Cammomile itu bukan jenis tanaman teh kan??) terus ada juga teh mint, teh rosalia..

Cuma bingung saja nih nyari hubungannya ada di mana gitu? Apakah minuman yang diseduh dengan daun mint, cammomile, rosalia itu ‘patut’ disebut teh? Ah.. apalah arti sebuah nama ya?;-)

UPDATED :
Ternyata menurut seorang teman, proses penyeduhan seperti teh itulah yang membuat seduhan mint, cammomile, dan rosalia, jadi disebut teh mint, teh cammomile, dan teh rosalia. Istilahnya infussion.. (sayang sang teman belum sempat isi comment nya di sini)..

Advertisements

4 Comments

Filed under jurnal

4 responses to “Teh atau ..

  1. apa beda teh yang diminum oleh Shen Nung dan teh yang diminum oleh kita? bedanya, dulu Shen Nung meminum air teh dari daun yang belum diolah. daunnya langsung jatuh ke dalam teko yang sedang direbus. nah, sekarang kita meminum air seduhan daun teh yang sudah melewati aneka jenis proses yang panjang dan melelahkan sampai akhirnya kita bisa menikmati teh yang uenak…

  2. nara patrianila

    Bagi saya, teh yang paling enak adalah Teh Bandung. Teh nya manis-manis dan cakep-cakep… geleuis euy….ha..ha…

    Bicara tentang teh, aku segera teringat dengan kebiasaan di keluargaku. Entah sejak kapan, barangkali sejak aku bayi, keluargaku punya kebiasaan minum teh pada pagi dan sore. selalu ada 3 cangkir, satu untuk ayah, satu untuk ibu dan satu cangkir untuk siapa saja. biasanya untuk anak-anak. tapi praktiknya biasanya aku bisa minum dari cangkir mana saja. begitu pula dengan kakak dan adikku.

    Semenjak ayahku meninggal aku selalu teringat dengan dia ketika melihat minuman teh. apalagi yang masih mengepul karena panas. Aku sudah jarang minum teh, padahal teh bagiku tidak hanya sekadar teh. Meminumnya membuatku sejenak bersama ayahku.

  3. Danny

    Teh itu memang menyehatkan, tapi jangan terlalu banyak pakai gula.
    nanti kena penyakit gula lo. ha ha ha.
    Yang jelas Teh yang diminum Shen Nung masih asli,
    belum pakai pengawet.
    Dan yang merisaukan lagi adalah kebun teh di Indonesia, masih bagus tidak ya ?.
    sayang kalau makin tergerus oleh “pembangunan” atau efek dari “pembangunan”.

    Tentang teh yang “melenceng” dari sejarahnya,
    mungkin itulah yang namanya turunan teh.
    atau menggunakan francise Teh,
    supaya cepat populer.

    Iya juga, apalah arti sebuah nama,
    yang penting enyak dan nge-teh yuuuuuuuk.
    apa pun gitu. yuuuuuuk

  4. dian

    aku ingin menawarkan teh rosalia,
    aku punya 1 ton teh rosalia dengan harga perkilogram’nya Rp 60.000. jika ada yang berminat dapat menghubungi teh.rosalia@gmail.com
    trimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s