Lady Di

….Loneliness was tough
The toughest role you ever played
Hollywood created a superstar
And pain was the price you paid
Even when you died
Oh the press still hounded you
All the papers had to say

Itu penggalan lyrics lagu yang dinyanyikan Elton John saat pemakaman Lady Di 10 tahun lalu...Candle in The WInd..

Lagu itu pula yang tadi saya dengar di radio-radio. Semua tampaknya masih menangisi kepergian perempuan fenomenal ini. Hari ini tepatnya 10 tahun lalu, 31 Agustus 1997, Putri Diana meninggal dalam suatu kecelakaan mobil di kota Paris, Perancis. Selain dirinya, yang juga tewas adalah kekasihnya Dodi al-Fayed, pengendara mobil Henri Paul dan bodyguard al-Fayed Trevor Rees-Jones.

tarsiusSaat sosoknya muncul pertama kali ketika diumumkan menjadi bakal calon Her Royal Highness The Princess of Wales, dunia memburunya. semua ingin tahu kehidupan mantan guru TK ini. Pernikahannya yang konon terbesar di abad 20, pertikaian rumahtangganya, sampai upacara kematiannya, seorlah tak terlupakan. Dan seperti lagu favoritnya ..
..
And pain was the price you paid
Even when you died
Oh the press still hounded you….

Sampai kematian merenggutnya, bahkan sampai 10 tahun kemudian mungkin juga kelak, nama Lady Di, tampaknya masih akan terus dibicarakan.

Pertanyaan besar dalam benak saya. Jika saja dari awal, Diana dan Charles masing-masing jujur dengan hubungannya itu, apakah Diana akan mati tragis seperti itu? entahlah.. Hari ini saya search di google foto2 kucing, ada style mirip sang putri ini, malu-malu, in blue...

Advertisements

3 Comments

Filed under Uncategorized

3 responses to “Lady Di

  1. Salah satu hal yang aku ingat dari lady di adalah merek kapas pembersih. Ibuku sering membelinya dan aku biasanya yang disuruh ke warung untuk membeli. AKu masih kecil. kira-kira kelas 2 SD. Rasanya aku menganggap lady di adalah seorang yang paling cantik di jagad ini waktu itu.

    Gambarnya ada di mana-mana. Hampir tiap perempuan yang aku jumpai sering kali mengatakan naman itu, atau kalau sedang lihat dunia dalam berita ibu sering menunjuk ke tv itu lo yang namanya lady di.

    Aku tidak terlalu ambil pusing. biasa saja lady di, Waktu itu aku lebih suka bermain-main dari pada membicarakan kecantikan perempuan. ha..ha… masih belum full.
    Tapi ketika sekarang melihatnya sudah tidak ada aku jadi merasa bahwa sungguh lady di itu wanita cantik dan baik.

    Masih ada rasa tidak terima dan marah dengan mereka yang membuat kecelakaan itu terjadi. Rasanya seperti anak kecil yang sudah disuruh pulang sementar masih ingin bermain dengan kawannya.

    Yang pasti Lady di sudah jauh lebih berbahagia di surga dari pada menjadi permasuri Charles. Ada Camelia pula.

  2. seharusnya seorang ratu itu memang elegan, charming dan cantik seperti lady diana. sayangnya dia tewas duluan, ya… dan sayangnya charles malah pacaran sama “nyi blorong”…

  3. ILYAS AFSOH

    berkomentar pada postingan yang lama banget
    🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s