Sibuk

Satu kata ini yang saya benci sejak kecil dulu. Karena sibuk, seorang ibu bisa melupakan anak-anaknya. Makan siang, baju yang sobek, seragam sekolah, sepatu jebol, bahkan jerawat di wajah anak-anaknya.

Sampai sekarang kata ini juga masih menghantui saya. Ketika pulang ke rumah untuk weekend, suasana tenang terusik oleh komunikasi ayah lewat telepon dengan rekan-rekan kerjanya di yayasan. Kenapa sabtu-sabtu begini, ayah masih saja sibuk? Saya dan ibu juga anak-anak yang lain lalu menyelinap ke sisi lain rumah keluarga itu. Senda gurau kami tak lengkap, karena ayah masih sibuk sampai malam larut.

coolKeseharian pun, saya tak mau dibelenggu oleh kesibukan. Sesibuk apapun, meski tengat waktu menekan, saya selalu meluangkan waktu, apalagi untuk mereka yang dekat di hati saya. Sampai detik ini, kondisi seperti itu masih bisa dijalankan tanpa membengkalaikan perkerjaan saya. Jadi, ketika ada orang lain terbelenggu dengan alasan kesibukan sehingga tak ada waku luang untuk menoleh hal lain, saya selalu heran. Apakah memang tak ada waktu satu atau lima menit untuk mengirim sms atau menelpon memberi kabar? Atau memang ada alasan lain? Itu soal lain.

Ngomong-ngomong, saya bayangkan, kalau si Ammar jr sibuk banget, mungkin gayanya seperti dalam foto ini ya?? 🙂

Advertisements

1 Comment

Filed under jurnal

One response to “Sibuk

  1. nuini hikmat

    achh… sibuk lagi dech….(kuli lagi githu maksudnya) itu adalah kata dimana kita ada dalam kondisi mau tidak mau harus…memang waktu harus dikelola dengan baik yang konon katanya agar kita tak terbelenggu dengan kata sibuk. tapi kalo terpaksa “harus!!!” ya…kompromilah jadinya. hiks3X…misalnya hari minggu musti harus kudu kerja:-(. mana musti ninggalin baby dalam kondisi blom mandi wah pokoknya riweuh!!!

    Tapi disela-sela sibuk mengatur waktu untuk bisa bareng orang-orang disayangi itu mah kudu bisa, kalo enggak ntar kurang “sentuhan” malah lama-lama jadi dingin and gak ada ruh-nya. Ya “sentuhan” itu perlu agar kita bisa merasa intim dan terlibat dengan orang-orang yang kita kasihi dan bentuknya ini bisa secara langsung atau gak yang jelas datangnya dari hati. Buatku sentuhan-sentuhan ini yang bisa mengobati segala goresan-goresan akibat si”sibuk” ini.

    So….”SIBUK” jangan bikin saya lupa untuk bersyukur memiliki orang-orang yang menyayangi dan mencintaiku….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s