Forgiveness

Tadi malam, rencananya ingin melakukan aksi perdamaian. Sambil membawa penganan favoritnya, saya dengan PEDE nya datang ke tempat di mana yang lagi marah itu tinggal.

tarsiusSalah paham memang bisa menjadi sebuah kemarahan. Biasanya suka juga tuh menyimpan marah lama-lama. Asyik toh, karena gak perlu berbagi perhatian. Tapi, sekarang ini gak betah menyimpan marah lama-lama. Apalagi di bulan penuh berkah ini.

Ya begitulah, akhirnya saya mau datang duluan. Tapi, begitulah (juga) saya sekali lagi menghadapi kehidupan ‘normal’ di Jakarta. Kalau mau ketemuan harus telepon-telepon dulu. Tadinya ingin memberi kejutan, faktanya saya kecele, hehe. Orangnya gak ada di tempat.

Ah..ya gpp, yang penting saya sudah mau memulai untuk berdamai. (Ini bener-bener berkah bulan Ramadhan, gak pernah kejadian begini).

Meski (mungkin) saat ini forgiveness itu belum ada di hatinya, tapi hati saya sekarang sudah damai. I am happy, trully...

Advertisements

2 Comments

Filed under jurnal

2 responses to “Forgiveness

  1. kw

    wah sudah gede kok ngambekan. diselesaikan lebih cepat lebih bagus kan…. 🙂

  2. Iya ini memang bulan yang penuh berkah, tapi kalo sudah terlalu lelah menahan amarah, akhirnya meletup juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s