Halilintar

Ada dua halilintar yang saya tidak suka. Pertama, halilintar yang ada di wahana permainan Ancol itu. Dari kecil, saya paling gak suka dengan permainan yang diputer-puter di ‘angkasa’ itu. Kebayang saja, alatanya bisa macet, atau malah langsung copot dan penumpangnya bergugursan semua. Hiyyy… Nah, ternyata ketika nonton berita televisi tadi sore, mimpi buruk saya itu kejadian. Di salah wahana permainan di Kota Semarang, serombongan ibu-ibu (dari instansi apa gitu saya lupa), ‘berjatuhan’ dari alat yang sedang mengangkatnya ke atas (saya lupa apa latanya juga namanya halilintar atau bukan). Wuaduhh.. untung saja mereka masih selamat, meski ada beberapa yang patah tulang lengan, kaki, mungkin juga punggung.

tarsiusBUkan takut ketinggian, tapi kepastian keselamatannya itu lho. APa benar mereka mentera alat-alat itu dengan benar dan sesuai aturan. Dengan keyakinan itu, saya juga pernah nekat diikat kakinya dan terjun bebas ke sungai dari atas ketinggian 45 meter. Jaminan nama besar Aj Hacket lah yang membuat saya berani bungy jumping di jembatan AUckland. Meski beberapa kali sebelum terjun saya tanya pada operator bungy nya, apakah ini aman? apakah pernah ada korban.. sampai-sampai operator ganteng itu menepuk-nepuk bahu saya.. “It s safe.. totally,” ujarnya.. Hmm… meski sadar no body perfect, saya terjun juga… dan Alhamdulillah aman sampai sekarang.

Kalau soal aman memang bukan soal luar negerinya, tapi komitmen soal perawatan peralatan itu. Mungkin di negeri kita ini juga sudah melakukan itu, contohnya oleh para crew canopy bridge di Bukit Bangkirai di Kalimantan Timur itu. Mereka secara periodik men-tera skrup-skrup yang menghubungkan antar jembatan yang dipasang di pohon bangkirai dengan ketinggian 30 meter itu. Tapi soal korban atau kecelakaan siapa yang mengira, kan?

Halilintar lain yang saya tidak suka, ya halilintar yang membuat suara gemuruh itu dengan cahayanya yang membuat silau. Kalau ada halilintar itu, saya mending lari deh di bawah selimut. takutt… Sekarang musim hujan, selain banjir, yang bikin saya stres juga adalah halilintar itu. Duhh.. Seperti Sabtu kemarin, ketika hujan turun terus menrus dan halilintar sambung menyambung. Saya berbaring di tempat tidur, di bawah selimut, sambil baca buku. Seharian!

Duh..halilintar…

Advertisements

3 Comments

Filed under jurnal

3 responses to “Halilintar

  1. Kalau di tempat profesional macem Ancol sih saya yakin, tapi kalo di tempat2 kayak pasar malem gitu sih gak yakin deh 😀

  2. Tapi kan ada ramalan dari Mama Loren tentang akan ada kejadian dunia fantasi di Ancol, hihihi

  3. timpuk aja halilintarnya. biar pergi dan gak lagi jailin orang. he..he…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s