Panas

Sudah dua hari ini, Jakarta panasssssssss banget. Kacau memang cuaca akhir-akhir ini. Seharusnya, teori di atas kertas bulan ini hujan. Ternyata matahari bersinar garang. Yang lucu kemarin, siangnya panassss,, eh sorenya mendung terus angin besar sekali, sampai pohon di depan rumah meliuk-liuk.

tarsiusSaya seringkali tidak mengerti soal cuaca akhir-akhir ini. Dulu, orang-orang bilang, tinggal di Indonesia ini surga. Hujan dan panas mudah memprediksinya. Kalau di luar sana, konon keman-mana harus bawa jacket dan jas hujan, karena cuaca bisa tiba-tiba saja berubah. Meski begitu, ada musim-musim yang jelas. Kalau bulan yang ujungnya pake ‘ber’ begini biasanya teman-teman yang tinggal di Eropa segera bebenah melancong ke negeri yang masih hangat. Itu semua bisa direncanakan.

Di Negeri kita tercinta ini, sekarang ini sulit memprediksi musim hujan dan musim panas . Ya seperti sekarang ini, harusnya hujan tapi matahari masih terik . Apakah sang cuaca di Indonesia ini lagi cari perhatian ya? Boleh jadi! Kabarnya, Desember awal ini para ahli, pemerhati dan orang-orang yang konon peduli lingkungan dari berbagai penjuru dunia bakal datang ke Bali. Katanya sih mau menggelar konvensi internasional tentang perubahan iklim global. Yahh..coba deh kita lihat saja, cuaca selanjutnya.. Yang pasti, hidung sudah mulai terganggu ni gara-gara udara berubah-ubah terus..hiks…:-(

Advertisements

4 Comments

Filed under jurnal

4 responses to “Panas

  1. waduh, iklim di jakarta sekarang memang aneh. kadang hujan lebat, angin kencang. tapi seminggu terakhir ini kering. malam panas, matahari menyengat. apa yang salah dengan kita?

  2. Memang pola cuaca sudah bergeser, menyalahi teori di buku pelajaran SD. 😀
    Saya sih kalo kepanasan tinggal copot baju. Ngliga. 😀

  3. kw

    kemarin (minggu siang) iya panas banget aku sampai mandi 4 kali. pagi, siang, agak sore dan malam) hi hi hi

  4. Akibat efek gas rumah kaca nih, gas yang dibuang ke angkasa seperti karbondioksida (Co2), metan (NH4). Itu gas yang konsentrasinya banyak di udara yang mengakibatkan panas bumi meningkat. gas tersebut menyelubungi atmosfir. Sehingga sinar matahari yang dikembalikan dari bawah tidak bisa menembus awang-awang karena terhalangi gas itu dan panas itu kembali lagi ke bumi. Akhirnya membuat semakin panas di bumi ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s