Monthly Archives: December 2007

Pilihan

Jika suatu saat ANda ngidam makan panada, itu lho pastel goreng yang isinya ikan tuna segar yang dicacah. Tapi pada saat itu, di tempat Anda dan sekitar yang bisa dijangkau, tak ada satupun kue panada itu, bahkan bahan untuk membuatnya pun tak ada. Tapi, di rumah lain, ada satu panada, tapi sudah dimiliki orang lain. Bagaimana sikap ANda?Menyabotnya? Meminta baik-baik (tapi pilihan ini bakalan irbet dan bakalan dimaki-maki orang sekampung), atau duduk diam saja? terisiksa dengan keinginan hati itu?

tarsiusSahabat baik Anda memberikan alternatif lain. Lebih enak dan gurih dibanding panada. Anda tak terhibur. Berkali-kali -karena kasihan sama yg bawain– Anda mencoba mencicipinya, tapi langsung melepehkannya kembali. Ini karena kue itu tak cocok dengan keinginan hati.

Dalam kondisi itu, saya terus terang benci banget sama yang namanya hati. Kok ya ngoyo kalau ada maunya. Mbok ya, fleksibel aja toh? Hemm, mungkin waktu bisa menghapus panada itu dari hati Anda? MEski , gara-gara menahan diri dari panada itu ANda harus sakit segala macam, menahan perut karena maag, atau sakit kepala karena stres? Ya, mungkin itulah konsekuensinya jika punya keinginan yang neko-neko. Rasain aja ya…

4 Comments

Filed under jurnal

Bunda

tarsiusPEsan pendek kemarin dari bos besar alias ayahanda tersayang, sempat membuat saya terhenyak. Tentang Ibu, katanya sekarang sering tidur. Baru bangun kalau ada anak atau cucunya datang. Jadi teringat ketika pulang kampung seminggu lalu. Ceritanya mengalir tentang masa mudanya. Tentang kebandelannya bersama teman-teman masa kecil mencuri jambu tetangga, tentang baju monyetnya yang kantungnya selalu penuh dengan permen, tentang rambut panjangnya yang selalu dikepang ke belakang. Tentang pinggangnya yang lingkarnya hanya 60 Cm. “Mama tu dulu langsing banget, lho,” katanya. Hehe..saya hanya tertawa geli, pasti kalimat itu juga punya ‘sayap’ lain untukku.. 🙂 padahal bedanya cuma beberapa senti kok..

Ibuku itu juga pintar banget bikin makanan ruar biasaaaaa enaknya. Setiap lebaran, atau acara khusus lainnya, selalu ada penganan khas, entah itu makanan utama, kue, atau cocktail. Tapi itu dulu, kini hanya beefsteak kesukaannya yang masih kerap dibikinnya. selebihnya, yaitu tadi seperti kata bapak. Semangatnya mungkin kini hanya bercerita pada anak cucunya atau tidur.

Ketika Hari Ibu tahun lalu, aku kirim surat pendek padanya :

thanks to be my mom,
thanks to your kindness being a mother
Thanks to everything you and my father give to me, then I become to be a women like now..
Hopelly, ALLah bless you and my father always until the end.
Wish, once i m going to be like yours,
I love you mom.. –

Jawabannya : Thanks dear, where are you now, gak pulang ke Bandung?

Hari ibu tahun ini juga tinggal menghitung hari.. Saya tak akan kirim lagi puisi, karena hari itu saya akan bersamanya seharian.. I miss you mom, badly.. Semoga saya masih bisa menjadi semangatnya.. 🙂

4 Comments

Filed under jurnal

Ragu

tarsiusKenapa ya ? Andaikan kudapat mengungkapkan perasaanku.. hehe..itu Cinnamon yang nyanyi . Tapi kalo soal gambar yang satu ini, andaikan saja si item itu bisa mengungkapkan perasaan, pasti dia bakalan teriak-teriak sama si bear yang ada di dekat pantatnya itu…huhuhuhu…. seremmmmm…. Lho terus kenapa ragu? yang ragu itu siapa yak?? Si bear itu kali ya,..ragu-ragu, mau dimakan si item itu, kok ya mirip bulunya…hehehe

2 Comments

Filed under kucing