Pilihan

Jika suatu saat ANda ngidam makan panada, itu lho pastel goreng yang isinya ikan tuna segar yang dicacah. Tapi pada saat itu, di tempat Anda dan sekitar yang bisa dijangkau, tak ada satupun kue panada itu, bahkan bahan untuk membuatnya pun tak ada. Tapi, di rumah lain, ada satu panada, tapi sudah dimiliki orang lain. Bagaimana sikap ANda?Menyabotnya? Meminta baik-baik (tapi pilihan ini bakalan irbet dan bakalan dimaki-maki orang sekampung), atau duduk diam saja? terisiksa dengan keinginan hati itu?

tarsiusSahabat baik Anda memberikan alternatif lain. Lebih enak dan gurih dibanding panada. Anda tak terhibur. Berkali-kali -karena kasihan sama yg bawain– Anda mencoba mencicipinya, tapi langsung melepehkannya kembali. Ini karena kue itu tak cocok dengan keinginan hati.

Dalam kondisi itu, saya terus terang benci banget sama yang namanya hati. Kok ya ngoyo kalau ada maunya. Mbok ya, fleksibel aja toh? Hemm, mungkin waktu bisa menghapus panada itu dari hati Anda? MEski , gara-gara menahan diri dari panada itu ANda harus sakit segala macam, menahan perut karena maag, atau sakit kepala karena stres? Ya, mungkin itulah konsekuensinya jika punya keinginan yang neko-neko. Rasain aja ya…

Advertisements

4 Comments

Filed under jurnal

4 responses to “Pilihan

  1. kw

    ho ho segitunya kah? kalau saya, mungkin terlalu banyak keinginan hati yang tak terpenuhi. namun benarkah? jangan-jangan ini hanya keserakahan saja.

    karena terlalu banyaknya keinginan, saya kok lebih memilih menerima yang ada, yang di depan mata. yang bisa kejangkau.

    ingin punya honda jazz putih, karena blum bisa ya gak apa apa lah naik angkot berdesakan dan bau.

    ingin punya jam tangan guess yang talinya kulit warna coklat belum bisa beli, ya udah ngelirik jam orang lain saja kalau memang benar-benar diperlukan.

    kenapa begitu? karena saya jadi takut nanti kalau tiba-tiba saya ingin pergi ke planet lain. ke mars blum mungkin kan saat ini? ke tempat mana kalau sudah tak kerasan menghuni bumi? hayoo…..

    heheh kok malah curhat

  2. Kalo pilihannya cuma tiga itu, dari yang udah2 saya lebih memilih diem *sakit hati*. kenapa?
    kalo menyabot nanti dikira ‘maling’ ato ‘rampok’. Trus kalo meminta? hmm sempet kepikiran untuk meminta.. tapi maaf saya tidak diajarkan untuk meminta :p, lebih baik mencari dari pada meminta. Jadi yah karena pilihannya tinggal berdiam, yah mau gak mau harus ngejalanin itu :p

  3. Memang sakit hati kalo keinginan kita tak kunjung dipenuhi. Bo ya minimal saya juga dipenuhi…….bukan serakah kan?

  4. Keinginan dan pilihan hati itu sepertinya beda deh…. Seandainya pilihan hati ini bisa diubah-ubah..alangkah indahnya dunia oy…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s