Raja Jalanan

tadi pagi melintas jalanan di kawasan Tanggerang rasanya ruwet banget. Ini gara-gara kampanye para calon bupati dalam rangka pemilihan yang bakalan digelar gak lama lagi.

tarsiusSebetulnya sih kampanyenya itu gak masalah, namanya juga negara demokrasi (ada hubungannya gak ya?). Tapi itu lhoo para pendukungnya yang pake label-label cabup, kaus, bendera, slayer n umbul-umbul kecil nya itu yang dipasang di leher, di motor ato di mobil. saya heran kekuatan apa yang ada di perangkat kampanye itu. Masalahnya, kalau diperhatikan, jika orang atau motor atau mobil menggunakan perangkat kampanye itu kok keberaniannya berlipat-lipat ya…

Contohnya , ya tadi pagi itu, mobil motor dengan spanduk yang dibalutkan di moncong mobilnya atau spanduk yang ditancapkan di ekor motornya itu, seenaknya saja mengambil jalan kendaraan yang berlawan arah. Seolah jalanan itu milik mereka. Duhh…

Saya juga jadi ingat ketika jaman pemilihan presiden terakhir. Saya sempat terjebak macet berjam-jam tak bergerak di daerah puncak. Padahal saat itu senin pagi, yang gak ada rumusnya puncak macet saat itu. Ternyata biang keroknya yaitu tadi serombongan raja jalanan yang sedang berkampanye. lengkap dengan umbul-umbulnya…. Huh, semoga saja mereka selamat sampai rumah masing-masing..

Advertisements

Leave a comment

Filed under jurnal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s