Ironis

Penerbangan ke daerah Timur minggu pertama Februari lalu cukup seru. Diawali dengan kemacetan parah menuju Bandara gara-gara banjir sepaha orang dewasa di tol bandaranya. Sampai penundaan take off pesawat yang akhirnya segalanya menjadi ditunda. Ini terjadi pada saat pergi dan pulangnya.

tarsiusDi atas sana, ketika pesawat berputar-putar menunggu saat tepat untuk mendarat, dan pesawat diguncang seperti sedang main arung jeram, saya baru ingat bahwa belum mengerti benar soal langkah cara penyelamatan diri. Masalahnya menit-menit peragaan yang selalu dibawakan para pramugari baik langsung atau lewat video itu terasa membosankan. Seperti melihat iklan yang berulang, biasanya saat itu saya lebih suka memejamkan mata atau melihat inflight mag nya.

Akhirnya saya pelototin kartu petunjuk penyelamatan diri yang selalu ada di saku di depan tempat duduk. Usai itu, saya lirik tetangga sebelah, ternyata dia sedang memejamkan mata, tapi mulutnya komat kamit. Entah sedang berdoa atau menyanyi dalam hati, kurang jelas. Yang lain-lainnya, ternyata sama dengan saya sedang memegang kartu petunjuk penyelamatan diri itu..

Hemm.. Ironis sekali ya. Ketika saat kritis baru kita ingat pada keselamatan, baru kita ingat pada Tuhan kita. Beruntung, mesi harus bolak balik ke Bandara lain dulu, pesawat yang saya tumpangi masih bisa mendarat mulus. Kalau tidak, apakah kesegeraan itu masih bisa membantu?

Advertisements

3 Comments

Filed under jurnal

3 responses to “Ironis

  1. Wah kalau di pesawat banyak yg berdoa, pilotnya bisa lsg masuk surga nantinya. jadi inget cerita sopir metro mini yg pas meninggal lsg masuk surga, padahal kiai saja belum tentu lsg masuk surga. Usut punya usut ternyata waktu masih hidup, sang sopir suka ugal-ugalan bawa metro mini. Akibatnya krn banyak penumpang yg ketakutan, banyak diantaranya yg komat kamit baca doa, jadi secara gak lsg sang sopir ngajak penumpangnya berbuat baik melalui berdoa. Makanya kemudian diganjar dgn pahala berlimpah oleh Tuhan. Beda dgn Kiai atau pendeta yg krn ceramahnya membosankan, banyak umatnya yg justru tertidur. 🙂

  2. kejadian yang cukup menegangkan. Biasanya terjadi untuk penerbangan domestik. Pesawatnya kecil-kecil, kalo di indonesia ditambah umur pesawatnya yang lama kalee yah. Atau memang cuaca di Indonesia khususnya ke arah timur mungkin kurang baik. Tapi say pernah mencoba yang ke arah barat, sama aja ada sesi menegangkan juga. Tenang semua ada yang natur, kalau belum waktunya ya tdk usah takut. He he he

  3. mas Aris..hehe, ceritanya lucu juga.. 🙂
    Anaa.. bener kalo blm waktunya gak usah takut ..apalgi kalau akhirnya selamet gak kurang apa2.. ner gak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s