Monthly Archives: April 2008

Malaria Ituu….

USai selametan hari bumi, siang itu sudah siap-siap pergi ke pabrik. Tiba-tiba kok menggigil ya… lahh Menggigilnya kebangetan nih, sampai gigi gemeletukan… Selimutan..eehhh tambah lagi menggigilnya terus suhu badan langsung naik..katanya sih sampai 39-40… weleh…si malaria itu kayaknya ‘maceuh’ lagi ni jalan-jalan di peredaran darah. bentur- sana bentur sini, yang paling parah kena kepala, hati, weeehh bikin perut n kepala sakit bukan kepalang…. Serangan pertama tuh lumayan 3 jam… beruntung bisa melewatinya dengan tenang…

Malemnya lemess dong.. Besoknya keringat keluar gak stop-stop, kayak baru kecebur kolam itu.. Wahh beres nih racun-racun keluar..besok bisa ke pabrik lagi..

Bangun pagi besoknya, seger, kepala udah gak sakit. TErus mandi deh sekalian keramas pake pancuran air hangat. UDah siap-siap lagi..ehhh gejala hari pertama muncul lagi… begitulah, akhirnya empat serangan si malaria itu berhasil memborbardir sikucingkeren sampai bener-bener gak berdaya, buka komputer aja gak mampu..

Hari ini, rencananya mau ke pabrik.. Gerobak udah dipanasin n dibersihin, tapi cuma semeter dari rumah kaki gemeteran… halah..lemessss… truss ke dokter dehh. APa kata dokter?? “Kamu itu harus istirahat sebulan!” . Whatt??? Trus dokter bilang lagi begini Continue reading

26 Comments

Filed under jurnal, kucing

Everyday is Earthday

Hari ini, 22 April, 38 tahun lampau, pertamakali Bumi dilirik para pejabat tinggi dunia. Di jalanan tak lagi cuma rumor perang Vietnam yang digelar, tapi teriakan agar kita lebih peduli pada bumi. Kenapa sih sampai begitunya? Padahal laut kita masih luas, hutan kita masih banyak, penduduk bumi juga masih bisa makan.

Tapi kekhawatiran sang pencetus Hari Bumi ini, Senator Wisconsin Gaylord Nelson , tak berlebihan. Memang bumi perlu perhatian. Coba deh lihat koran atau berita hari ini. Di Indonesia saja, dalam setahun kita bisa kehilangan hutan seluas Pulau Bali. Di sisi lain emisi gas yang mengepul di udara semakin menumpuk. Bisa dibayangkan jika hutan kita habis, apa lagi yang bisa menangkap emisi itu? Jadi tak heran deh kalau memang kemudian terjadi efek rumah kaca, panas yang dipancarkan ke bumi tak bisa mengalir sempurna. Karena itu bumi kita semakin panas, cuaca jadi tak menentu. Musim hujan tetep panas, musim panas ehhh masih saja hujan turun…

Lahh..kok jadi tulisan yang serius begini ya… Satu hal sebetulnya yang masih saja bikin gemes. Kalau terjadi tanah longsor atau sebuah desa tertimpa longsor bawaan dari hutan yang di atasnya, solusinya selalu saling menyalahkan antara pemda setempat dan penduduk desa.  Sejak dulu, penduduk di sekitar hutan tak pernah punya niat merusak hutan. Mereka membuka lahan hanya untuk kepentingan perutnya. Tak lebih. Pernah gak ya para pejabat punya pikiran, misalnya memberi pengganti nafkah, agar penduduk sekitar hutan tak lagi membuka hutan. Jadi hutan tetep aman, penduduk sekitar hutan pun terjamin perutnya.

Halah…kok jauh amat ya si AMmar ini mikir. Padahal sih buat si amaar Jr, yang penting masih ada rumput di  halaman, ini untuk pengobatan alami kalau dia sakit perut atau gak enak badan. Dedaunan buat para kucing (mungkin juga hewan lain) mujarab lho menyembuhkan penyakitnya.

Dan yang terpenting, lagi, peduli pada bumi tak cuma hari ini saja.. tapi everyday is earthday… kecuali nanti kita bisa migrasi ke planet lain… hihi

18 Comments

Filed under jurnal, kucing

Kartini

Dalam ingatan saya, sosok ini sungguh luar biasa. Berkain kebaya dengan rambut digelung, tapi punya pikiran jauh ke depan. Terutama tentang pendidikan kaum perempuan.

kartiniHampir semua penduduk bumi Indonesia mengenalnya. Berbagai cara digelar untuk menghormatinya. Tadi saja di jalan, sempat macet gara-gara parade anak-anak yang bergelung dan berkain kebaya. Duh lucunya… Tapi selagi memperhatikan arak-arakan itu, saya sempat berpikir. Apa betul begini cara kita menghormati jasa pahlawan.

Apakah dengan cara berpakaian ibu Kartini anak-anak itu mengerti apa maksud perjuangan raden ajeng dari Jepara itu?

Mengapa bukan perlombaan cara berpikir anak-anak itu yang diperlombakan. Lomba yang digelar utnuk anak perempuan dan laki-laki. Mindset perempuan harus nomor dua yang masih saja ada sekrang ini kenapa tidak diubah pelan-pelan sejak dini?

Coba lihat sekeliling kita. Pernahkah me’ngintip’ sebentar betulkah honor para perempuan sudah sama dengan para lelaki? Saya ragu..

Asuransi pabrik saja, untuk kaum lelaki masih ada tanggungan istri. Untuk perempuan, tanggungan suami gak ada lho… (untung saja, status saya tak memungkin untuk protes soal yang satu ini)..

Di daerah timur negeri tercinta ini, para perempuan yang ingin pinjam modal ke Bank, harus mendapat tandatangan sang suami dulu agara permohonannya disetujui. Kondisi itu tak berlaku untuk kaum pria.

Saya tidak tahu, sampai kapan atmosfir ketidakseimbangan ini akan berlangsung. Yang saya tahu, kalau perlombaan Hari Kartini masih hanya seputar lomba berpakaian kebaya maka lupakanlah cita-cita luhur Ibu Kartini itu.

Sekarang, saya mau makan bakso dulu aahh….laperr ey…

12 Comments

Filed under Uncategorized

Kosong…

–Ammar Jr–

14 Comments

Filed under Uncategorized

Merajut

Bukan merajut cinta, lho. Tapi –percaya atau tidak– merajut benang wol yang warna warni itu. Weittt… sejak kapan ‘ibu’nya si Ammar Jr ini jadi perempuan binangkit? Gara-garanya sih, gerah melihat ibu tersayang yang sudah sepuh hanya tiduran dan nonton televisi saja. Bahkan anggrek-anggrek kesayangannya kini terbengkalai, tak lagi sentuh. Sepertinya beliau ini sudah malas ke luar kamar. Kecuali keluarga besarnya kumpul semua di rumahnya yang juga tak lagi muda.

Setelah ngobrol sana sini, akhirnya tercetuslah menggiatkan kembali hobi lamanya saat masih punya semangat 45. Yaitu merajut. Dulu, saya ingat punya syal dari wol warna krem buatan beliau. Nah, setelah sekian lama (cari waktu untuk beli wall dan segala alatnya itu susah banget –> padahal ngblog bisa ya. anehh iih–), akhirnya peralatan rajut merajut itu tersedia juga (thanks to Hana’s mom).

Dan, sejak itu, saya punya tugas untuk menyemangati beliau untuk merajut benang-benang woll itu. Cara pertama, saya pesan untuk dibuatkan beliau selembar syal dengan lebar 20 cm dan panjang 150 cm. Cara kedua, setiap pulang nyangkul, saya temanin beliau merajut. Dan menemani itu, konsekuensinya saya juga harus belajar merajut. Paling tidak ikut membaca ‘kamus’ merajut dari buku-buku jaman baheula yang tebal dan berat itu. Ehh..dillalah..ternyata otomatis, tangan saya juga ikut praktek – praktek merajut…

Ajaibnya, ternyata merajut itu mengasyikkan. Meski belum setiap malam bisa mempraktekkan, lumayanlah rajutannya tak cuma segaris .. hehe… Targetnya sebulan, udh jadi nih syal wool biru, lumayan buat menghangatkan leher kalau lagi jalan-jalan ke laut… 🙂

Sekarang lagi pikir-pikir buat bikin alas tidur untuk si Ammar jr, biar kalau malam gak kabur melulu. Ayoo..ikutan merajut…

21 Comments

Filed under Uncategorized

E-mail

Barusan saja saya klik tulisan di http://www.detikinet.com. Judulnya : “Abaikan Email, 10 Tentara Tewas”. Kejadiannya menimpa 10 penumpang pesawat Hercules milik Angkatan Udara Inggris, RAF, yang jatuh ditembak lawan di Irak. Padahal -menurut berita itu – ada email yang berisi info intelejen tentang adanya dugaan bahwa musuh di daerah tersebut mempunyai roket anti pesawat. Sehingga dianjurkan untuk menghindari kawasan tersebut. Sayangnya sang korban tak mengetahui info tersebut, gara-gara si penerima e-mail abai meneruskan informasi.

Tragis. Gara-gara e-mail yang tidak terbaca juga saya pernah perang ‘dingin’ dengan partner kerja. Saya menunggu info tentang progress sebuah pekerjaan, dan sang tean itulah yang bertugas mengirim datanya. Ehh… 1-2 hari kok gak ada kabarnya. Padahal deadline sudah di ambang pintu… AKhirnya saya telepon deh sang teman itu. Weleh, ternyata data sudah dikirim dua hari sebelumnya. Kok bisa?? Saya pasang mata habis-habisan pada sederetan email yang masuk ke inbox saya. NIHIL! Akhirnya saya klik trash. Woallahhhhh, ternyata emailnya ada di sana. Rupanya gara-gara, dia menggunakan nama lain untuk mengirim data itu. Sementara saya, main klik sellect all saja, terus go to trash untuk email-email yang aneh-aneh.

Sekarang, saya lebih hati-hati buka email. Saya juga rajin baca subjectnya. Paling asyik kalau ada kiriman dari wordpress admin. Itu artinya ada info tentang comment yang baru masuk… halahh… 🙂

12 Comments

Filed under jurnal

Situs Perempuan

Awal pekan ini yahoo konon meluncurkan portal baru : http://shine.yahoo.com. Tapi, portal khusus untuk perempuan ini kok gak bisa dibuka ya di tempatku.

tarsiusPenasaran saja seperti apa isinya. Konon, ada delapan editor yang mengurus portal yang membahas tema yang sering diminati para perempuan ini. Termasuk mantan Pemimpin Redaksi Majalan Jane. TEma yang dibahas ada home, parenting, fashion, culture, dan career. Tak ketinggalan juga soal astrologi, mungkin juga gosip (hehe).. Pantesan saja, ternyata mereka juga kerjasama dengan blog-blog ternama, seperti Cosmo, style.com, In Style, Harper’s Bazzar, Women’s Health, juga Glamour dan masih banyak lagi. Pastinya isinya tak jauh dari urusan perempuan .

Hemmm, tentunya portal ini bisa juga dikllik kaum lelaki. Wong kalau mau dekat eh sayang sama perempuan seharusnya mengenal juga yang diminati perempuan, toh?

Yang menarik, kita juga bisa bikin blog pribadi di sana. Terusss, kalau naskah kita bagus, dan dinilai layak oleh para editor itu, bisa dimasukkan dalam portal tersebut. Hemmm ..menarik, bukan?

Tapi kenapa ya di tempatku belum bisa diklik nih. Apa gara-gara hari ini 1 April? Ada APril MOP??? Yahoo bikin APril MOP?? Halahhh….

16 Comments

Filed under jurnal