Kartini

Dalam ingatan saya, sosok ini sungguh luar biasa. Berkain kebaya dengan rambut digelung, tapi punya pikiran jauh ke depan. Terutama tentang pendidikan kaum perempuan.

kartiniHampir semua penduduk bumi Indonesia mengenalnya. Berbagai cara digelar untuk menghormatinya. Tadi saja di jalan, sempat macet gara-gara parade anak-anak yang bergelung dan berkain kebaya. Duh lucunya… Tapi selagi memperhatikan arak-arakan itu, saya sempat berpikir. Apa betul begini cara kita menghormati jasa pahlawan.

Apakah dengan cara berpakaian ibu Kartini anak-anak itu mengerti apa maksud perjuangan raden ajeng dari Jepara itu?

Mengapa bukan perlombaan cara berpikir anak-anak itu yang diperlombakan. Lomba yang digelar utnuk anak perempuan dan laki-laki. Mindset perempuan harus nomor dua yang masih saja ada sekrang ini kenapa tidak diubah pelan-pelan sejak dini?

Coba lihat sekeliling kita. Pernahkah me’ngintip’ sebentar betulkah honor para perempuan sudah sama dengan para lelaki? Saya ragu..

Asuransi pabrik saja, untuk kaum lelaki masih ada tanggungan istri. Untuk perempuan, tanggungan suami gak ada lho… (untung saja, status saya tak memungkin untuk protes soal yang satu ini)..

Di daerah timur negeri tercinta ini, para perempuan yang ingin pinjam modal ke Bank, harus mendapat tandatangan sang suami dulu agara permohonannya disetujui. Kondisi itu tak berlaku untuk kaum pria.

Saya tidak tahu, sampai kapan atmosfir ketidakseimbangan ini akan berlangsung. Yang saya tahu, kalau perlombaan Hari Kartini masih hanya seputar lomba berpakaian kebaya maka lupakanlah cita-cita luhur Ibu Kartini itu.

Sekarang, saya mau makan bakso dulu aahh….laperr ey…

Advertisements

12 Comments

Filed under Uncategorized

12 responses to “Kartini

  1. hm.. sayah juga jadi….jadi pengen makan bakso.. yummy!

    btw, di beberapa pabrik, bagi karyawan wanitanya sudah ada kok tunjangan jika memiliki suami.. hehe..

    –> ya sih..tapi belum merata, bos

  2. masmoemet

    makan ayam bakar ahhhhh trus makan duren πŸ˜†

    –> hihi…ikutan dongg mau durennya....

  3. issue gender nih…
    selamat hari kartini aja deh..
    maju terus perempuan indonesia..!!

    –> isu gender pasti lebih dahsyat… ini sih sekedar curhat sajahh… hehe

  4. Elys Welt

    foto kucingnya imut πŸ˜€

    –> Ammar gitu lho… :-)</em>

  5. hdup kartini…
    mkasih dah mmpir, komment dah masuk ko…
    cb mmpir lg

    tks ya

    —> sama-sama :-)</strong>

  6. jadi
    jadilah penerus Kartini
    Perempuan rendah hati yag tinggi kiprahnya

    —> berat kang kalu jadi Kartini…harus pake kain kebaya..hehe</em>

  7. Mau dooong basonya……

    –> ulah ey…gendut ntar.. πŸ™‚

  8. yang penting para perempuan selalu ada di samping para lelaki pada saat suka dan duka :p

    –> setuju….begitu juga sebaliknya..yaaa??

  9. kalo hari kartini, mang para kucing juga merayakannya ya??
    *dijitak kucing keren*

    –> gak dijitak..tapi digigit sama si Ammar Jr …kekeke..

  10. ah, perempuan biasanya berteriak emansipasi untuk yg enak2nya aja.. tapi kalo lagi bagian yg gak enak, langsung bilang, “aku kan perempuan”

    > hehe ridu ‘panas’ ey…</em>

  11. zee

    Sedikit nyinggung soal gaji, memang msh byk perush yg melihat masalah gender dlm hal memberi gaji. Krn perempuan dianggap pekerja yg tdk efektif (krn sering cuti haid & cuti hamil pula), sallay jg dibedakan.

    Tp g sdkt jg siy perush yg emg ngeliat kemampuan, bkn gender. Biasanya gaji aga beda krn latar belakang, entah si ce ini single parent ato gimana.
    **halahh kok jd panjang bgd…hehehee

  12. @ridu, setuju…..btul itu……

    ati2 kl makan bakso…ntar kenyang…… :mrgreen:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s