Monthly Archives: May 2008

Akhirnyaa..

Setelah PC tempat nulis diganti, akhirnya tool menulis in bisa dibuka dengan sukses. Kenapa tidak bisa dibuka? Jawabannya , sumpah saya juga tidak tahu sampai saat menulis ini. Nah, selama itu, kebayang dong bagaimana paniknya kepala ini. Apalagi saat-saat itu, buanyaakkk banget ide muncul. Maklum kan, kemarin-kemarin itu bos-bos eh pemerintah menggelar pengumuman kenaikan BBM. Belum lagi soal demo, sama kasus yang biru-biru ituu. Juga soal pernyataan seorang anggota parlemen negeri jiran tentang poligami. Nah yang satu ini untunglah bundaku membantu mempostingkannya. Sekali lagi trims ya Bundaaaa yang sekarang lagi moemet (tapi bukan mas Moemet ) nih.

thxBicara soal postingan, setelah saya simak, diam-diam, dashboard wp kucingkeren ini, ternyata ada kejutan. Ternyata saya sudah memposting lebih dari 100. Yang ini, sepertinya yang ke 103 deh. Horeee… Duhh padahal waktu pertama kali, saya ragu bakal bisa posting sebanyak ini.. Hihi mungkin untuk rekan-rekan blogger lainnya angka 100 itu cuma sikit yaa… (jadi malu eiii..).

Jadi,, Mau terimakasih nih Continue reading

Advertisements

42 Comments

Filed under jurnal

Kangen Itu…

Kangen… Pernah kangen? Badly, crazy, hancur lebur lah ya.. Tapi percaya tidak kalau kangen juga ternyata bisa mempengaruhi seekor kucing. Ini terjadi dua tahun lalu.

ammarMatanya sayu, bibirnya sedikit melengkung, kupingnya agak menekuk ke arah depan. Dari pagi, tubuhnya ‘melesak’ di tempat tidurnya, setengah melingkar, tapi kepalanya mengarah ke depan.. Duhhh. Sakitkah Ammar Jr? “Kalau ada waktu cepatlah pulang,” jawab orang rumah. Saat itu kakak saya yang laki-laki baru menikah kemudian pindah rumah. Selain saya, Ammar Jr juga memang dekat dengan pengantin baru itu. Seminggu, dua minggu , tiga minggu setelah kepindahan kakak saya itu, perubahan terjadi pada si kucing kuning berukir putih itu…

Berat tubuhnya pun turun drastis, tak ada ikan dan susu yang bisa masuk ke perutnya. Ibu dan bapak di rumah langsung panik. Sehingga terpaksa menelepon saya untuk datang. Malam hari usai menuntaskan kerjaan di pabrik, saya langsung meluncur ke Bandung. Uhhhhh.. penampakannya betul-betul cuma tulang dan kulit plus bulu kusam. Tapi ketika saya datang dia bangkit dati tempat tidurnya. Dengan sempoyongan menghampiri dan akhirnya rebah di pangkuan. Lehernya di simpan di lengan saya. Sedihhh…banget. Baru dia mau menyesap air gula merah. Saya usap kepalanya. Terus saya suapin merah telur (persis saat dia masih bayi). Setengah telur merah habis.

Besoknya

Continue reading

44 Comments

Filed under kucing

Anom

Tiga minggu terakhir memang masa-masa ‘hitam’ buat saya. Gak boleh bergerak, gak boleh makan kerupuk, gak boleh makan sambal. Huuuuu…. pokoknya bete. Apalagii jauh dari si Ammar Jr.

anomUntung sekali lagi untung nih, kakak saya yang baik hati ternyata bawa anak kucing. Ini sebetulnya gak sengaja ‘terbawa’. Ceritanya sehabis mampir dari ‘warung’ sebelah, tiba-tiba saja kakinya diikuti sama anak kucing lucu itu. Warnanya kombinasi putih dan hitam. Yang gemesin, bulu-bulunya masih berdiri kayak kedinginan. Iihhh… Bersihhh lagi..duh siapa yang tega buang si ‘anom’ (akhirnya kami kasih nama begitu). Anom dalam bahasa Sunda artinya muda, dia memang termasuk muda dibanding kucing keponakan (si Kurai) yang juga ada di rumah itu.

Si Anom ini termasuk kucing yang gampang bergaul. Tak sampai sejam seisi rumah langsung akrab. Anehnya lagi, bigbos rumah itu yang biasanya malas berakrab-akrab dengan kucing malah jadi kepincut sama si anom ini. Haha…

Meski masih cilik, si Anom ini sepertinya ingin tampil ‘dewasa’. Dengan gigi-giginya yang masih ‘lunak’ itu dia mencoba menunjukkan ‘kegarangannya’ yang tentu saja bikin kami terbahak-bahak. Satu hobinya yang bikin saya terhibur : Tidur di perut saya… hahaha… andai saja si Ammar Jr lihat potret ini, pasti bakal marah mengeong-ngeong n cakarnya yang tajam itu pasti bakal bikin si anom berdarah-darah.. Duuuhhh untung saja si Anom n si Ammar Jr tinggal di beda kota ya…

32 Comments

Filed under kucing