Ibu Tua Itu…

Sebetulnya sudah lama ‘penglihatan’ ini mengganggu saya. Tapi akhir-akhir ini kok ya makin sering saja saya lihat ‘penampakan itu. Tadi pagi, sepanjang perjalanan ke pabrik, kalau tak salah hitung ada tiga sosok ibu tua di jalanan itu yang sedang menadahkan tangan. Beberapa waktu lalu di televisi, saya lihat antrian BLT (Bantuan Langsung Tewas..eh Tunai) juga didominasi para kaum ibu yang sudah sepuh.

Rasanya trenyuh menyaksikan ini. Kok tega-teganya membiarkan sosok rapuh itu berdesakan, mengantri bantuan untuk keluarganya, menengadahkan telapak tangannya demi hidup. Kemanakah anak-anaknya? Cucu-cucunya? Suaminya? Keponakannya?

Seandainya saja anak, suami, keponakan, cucu itu tak ada, tak adakah cara lain yang lebih manusiawi untuk membantu mereka? Kenapa sih petugas pemberi bantuan itu tidak mendatangi saja rumah mereka? Tak ada uang bensin? Ah..

Otak saya juga masih penuh dengan segudang pertanyaan pada petugas sosial di negeri ini. Apakah mereka terlalu sibuk dengan seremonial aktivitas para bosnya? Atau terlalu sibuk dengan sosialisasi kegiatannya? Sehingga para ibu tua itu terpaksa selalu berkeliaran di jalan, terpaksa mengantri panjang untuk sekedar hidup satu, dua hari..

Saya mungkin masih gender, masih menganggap sosok perempuan itu lemah. Tapi, perempuan itu sepertinya dilahirkan untuk terus berjuang. dari melahirkan, menyiapkan segala keperluan rumah termasuk mendidik anak-anaknya. Nah..terus masa tega sih membiarkan mereka berjuang terus sampai sepuh begitu.

Mudah-mudahan kita bukan termasuk dalam kelompok anak-anak yang mengabaikannya…

Dedicated for my lovely mom at no where.. I love you mom…always..

Advertisements

41 Comments

Filed under jurnal

41 responses to “Ibu Tua Itu…

  1. ^_^ Mudah-mudahan semua ini cepat berakhir dan menuju pada sesuatu yang lebih baik

  2. ngga mau … berdoa semoga terhindar dari sifat itu

  3. kangen emak..
    mbak itu kucing nya pake syal apa di iket leher nya??

  4. kakanda

    kangen dengan munculnya Umar b Abdul Aziz, kapan ya….

  5. Semoga ibu tua itu justru menjadi teladan bagi kita untuk selalu berjuang..

  6. mungkin anaknya juga lagi sibuk cari makan, kali? atau jangan-jangan si ibu itu gak punya anak. ..

    gue juga sering sedih kalo inget ibu gue yang tinggal di luar kota. disuruh ikut anaknya yang tinggal di jakarta, dia nggak mau. katanya nggak mau ngrepotin anak. yang bisa gue lakukan ya selalu berdoa supaya dia tetap sehat. uhmmm, gue jadi pengin nelpon ibu nih….

  7. “Mudah-mudahan kita bukan termasuk dalam kelompok anak-anak yang mengabaikannya…”

    Amiienn…

  8. Salam kenal yaaa… webnya bagus banget

  9. cintailah ibumu melebihi dirimu…..

  10. masmoemet

    amien …

  11. itu masalah ruwet, seruwet kelakuan pemimpin kita.
    huuuuh.

  12. Amin sahabat
    Moga kita menjadi anak yang berbakti 🙂

  13. bener juga, semoga deh gak ngelupakan ortu dan gak dilupain anak2.. (kalo dah kawin)

  14. aku jadi kangen ma ortuku…ma kasih ya bro buat tulisannya..salam

  15. jadi kangen ma ortu..thx ya bro

  16. adoh , padahal mereka kasihan . . .

  17. sy rasa melihat wanita sebagai sosok yg lemah itu bukan gender (istilahnya sexist) krn emang fisiknya ngak didesain untuk pekerjaan kasar…hehehe…asal jangan melihatnya sebagai mahluk yg ngak berguna, ngak boleh punya pendapat, dan ngak boleh mengenyam pendidikan (dgn anggapan ngak berIQ)

    hmm, nyambung ngak ?

  18. suaminya sibuk kerja kali… cucunya sekolah. menantunya juga kerja. anak perempuannya masak di rumah. jadi yang ngantri BLT ibunya. hehehe…
    tapi kesian juga ya ngeliat mereka ngantri dorong-dorongan gitu. semoga mereka mendapatkan sesuai yang mereka harapkan lah, amin…

  19. Kalo kita ngelupain Ortu, siap-siaplah dilupain anak cucu.

  20. zee

    Ngeliat yang tua-tua mengantri memang rasanya sedih. Dari jaman baru merdeka, kemudian jaman pki, sampe orde baru, lalu katanya jaman demokrasi, lalu skrg…? tetep aja miskin. Sedih!

  21. uang bensin ?? mana ada !!! … *ngumpetin kupon bensin*

  22. azaxs

    Yah.. kenapa mesti hal ginian yang menjadi pemandangan kita tiap hari..

    kucing benar…. ayo buka mata kita semua!

  23. Kulihat Ibu Pertiwi… sedang bersusah hati…air matanya berlinang…mas intan yang kau kenang…

  24. suhadinet

    Mari berbagi, walau tak seberapa, sesuai kemampuan.

  25. Setuju kalau para petugas itu mendatangi rumah mereka masing2, sekalian dapat memastikan siapa saja yang memang layak mendapatkan BLT tsb.

  26. Dinas Sosial biasanya membawa para gelandangan dan pengemis ke tempat penampungan, kemudian diberikan pengarahan dan (aku nggak tahu apa aja). MUngkin di berikan beberapa ketrampilan juga. Tetapi menurut saya .. itu tidak cukup, untuk ibu tua itu, lebih baik dibuatkan sebuah Panti Jompo milik pemerintah, sehingga mereka bisa dirawat. Nggak tahu apa sekarang sudah ada Panti Jompo seperti itu ..??

  27. lho??? kucing to??? ooooo kirain orang…. *komen berdasarkan gambar*

  28. wah pemikiran kita sama, saya juga kasihan ngeliat mereka harus antre, apalagi sampai ada yang pinsan…

  29. Iya, saya juga ngerti tapi gak perempuan tua saja yang kondisinya seperti itu. Kadang saya juga suka melihat lelaki yang sudah tua berjalan menadahkan tangan. Sama-sama menyedihkan…..

  30. taraf kehidupan di Indonesia sudah saatnya untuk ditingkatkan, berbagai perubahan harus mulai dicanangkan.

  31. Ooooo….jangan salah Kakak Kucing. Sapa tahu kaum ibu tua itu anggota Kai Pang, alias Partai Pengemis. So, lebih digdaya bukan? hehehehe….

  32. Elys Welt

    speechless

  33. I love you Mom… Always …

    *mbakkkkkkk… makasih yaaaaa* 🙂

  34. miris ngeliat nya, mudah2an bisa cepet bangkit deh Indonesia …

  35. perempuan tidak lemah…

    sama sekali tidak…

    yeap… not gonna let my mum on any line one day!

  36. segera songsong pemilu 2009 dengan memilih yang terbaik, hingga menghantarkan aleg yang terbaik, memenuhi parlemen dengan aleg baik-baik, sampai ‘nggedhok’ keputusan yang terbaik, dan insyaallah tak kita jumpai lagi beliau yang sudah sepuh harus berpeluh menanti blt ‘jatuh’.

  37. sayangnya semuanya harus berjuang, ga ibu2 sepuh ibu2 muda anak2 muda, mudah2an jadi makin membaik

  38. permisi kucing garong lagi lewat nih…hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s