Monthly Archives: August 2008

Buggy dan Si Putih

Hewan peliharaan bisa menyembuhkan, ternyata bukan kabar bohong. Ini kisah nyata beberapa waktu lalu. Kepergian ibunda memang membuat saya karut marut. Salah seorang sahabat saya mengajak datang ke tempatnya. Katanya :”Gue punya anak anjing dan kucing yang baru, lucu banget, pasti bikin loe seneng deh.”

Saat itu, sebetulnya  tak yakin ada yang bisa membuat saya happy. Tapi saya coba juga datang ke tempatnya. Ketika masuk, di pagarnya saya sudah di’serang’ oleh sang ibu anjing, Buggy. Tapi si nyonya berbulu cokelat itu langsung ramah saat dikasih kue cokelat. Selanjutnya saya diajak kenalan dengan dua anaknya si buggy itu, si Hitam dan si Mocca, diberi nama begitu karena bulunya seperti itu.

Yang unik, si Buggy ini punya anak angkat, yaitu si Putih yang berkebangsaan kucing. Haa?? kok bisa? teman itu bercerita, katanya si Putih diangkat si Buggy karena ditinggal emaknya saat dilahirkan. “Emaknya pindah tempat saat melahirkan kedua adiknya yang lain,” begitu katanya.

Nah, mungkin, jiwa ’emak’nya si Buggy itu tak tega melihat bayi kucing yang kecil tak berdaya terlunta-lunta, akhirnya digigitlah tengkuk si putih dan dibaringkan bareng dengan si Hitam dan Si Mocca itu. Dan menysuilah mereka bareng dari sumber susu si Buggy. Aihhh, baiknya dirimu Buggy..

Nah, foto di atas itu, hasil jepretan saya. Si Putih lagi asyik memeras susu si Buggy, sementara Mocca, saudara angkat si Putih, tertidur pulas di pantat emaknya.. hehe.. (Terbukti kan, saya jadi tertawa melihat tingkah mereka itu.. ahh –)

60 Comments

Filed under kucing

Merdeka?

Tanggal 17 bulan ini, katanya negeri ini sudah 63 tahun merdeka. Begitukah? Kalau dikaitkan dengan peristiwa pidato proklamasi Bung Karno dan Bung Hatta, mungkin begitulah. Setelah peristiwa yang kemudian diakui dunia, para penjajah pun hengkang dari bumi nusantara ini. Tak ada lagi orang asing yang semena-mena di bumi pertiwi ini. Tak ada lagi rempah-rampah yang diboyong ke negeri asing, dan semua manusia –penduduk negeri ini– memiliki hak yang sama di negeri elok ini. Para perempuan, anak-anak pun hidup damai dan sejahtera.

Benarkah? Benarkah tak ada lagi kekayaan bumi ini yang diboyong ke negeri asing? Tengok emas-emas kita, tengok pasir kita, tengok isi laut kita, tengok pula kayu-kayu kita. Benarkah tak ada orang asing yang semena-mena di negeri ini? Ahh.. Benarkah semua penduduk di negeri ini punya hak yang sama? Tengoklah para perempuan yang masih saja punya hak berbeda dengan kaum lelaki. Tengoklah anak-anak kita yang masih sulit sekolah. Berapa juta harus dikeluarkan agar anak-anak bisa sekolah dengan tenang? Padahal gaji per bulan saja tak cukup membayarnya? Berapa banyak pula penduduk yang masih harus antri mendapat pelayanan kesehatan, sementara hak itu pun masih saja disikat mereka yang tak punya nurani.

Melapor? Pada siapa? Bahkan para jaksa pun kini banyak yang dipenjarakan. Berapa duit lagi Continue reading

56 Comments

Filed under jurnal

Siang itu..

Siang itu, wajah kamu tersenyum menunggu di gerbang. Siang itu..sepertinya paling indah di antara siang-siang yang lain..Meski panas sangat garang, senyum itu membuat hati ini sejuk luar biasa. Rasa lelah, penat terbang saat tanganmu merengkuh jiwa yang kangen ini..

Perjalanan panjang, kemacetan siang itu tak terasakan sedikitpun. Kehadiranmu itu membuat segalanya lebih mudah.. Memandang wajahmu saja membuat segalanya terang benderang. Mengusap lenganmu saja membuat hati ini berdesir damai. Saat matamu menatapku, bibirmu mendarat di kening ini, air mata ini langsung tak terbendung. Rasa ini begitu kuat. Padahal hati ini sungguh membenci, ingin kulayangkan tangan ini ke wajahmu. Ingin ku membuat biru lebam di seluruh tubuhmu.

Mengapa begitu lama tak berkabar.. tak tahukah kangen ini bisa membunuhku..? Siang itu, sungguh selalu kunanti…

69 Comments

Filed under jurnal