Monthly Archives: September 2008

Oh Kucingku Sayang

BUka Tempointeraktif siang ini saya agak terperangah dengan salah satu beritanya. Kali ini tentang kucing. Halahh, ternyata di luar sana ada juga yang begitu mencintai hewan yang lucu dan menggemaskan ini. Cintanya juga gak main-main.. busyet deh. Ini saya kopas beritanya.. Oh kucingku sayang..

Lemparkan Kucing,  Pria Italia Didenda Ro 7 juta

Kamis, 25 September 2008 | 12:08 WIB

TEMPO Interaktif, Roma: Inilah akibatnya kalau coba-coba melawan pacar pecinta binatang.

Seorang pria didenda 400 poundsterling (sekitar Rp 7 juta) lantaran melemparkan kucing kesayangan istrinya ke luar rumah setelah binatang itu membuang hajat di dalamm tas kantornya.

Laura Marchesi meminta aktivis hak asasi binatang untuk menuntut suaminya Allessandro karena melemparkan kucingnya Ivano dari balkon.

Perempuan itu menghubungi Asosiasi Pembela Lingkungan dan Binatang Italia yang mencarikan pengacara yang khusus menangani kasus-kasus semacam itu.

Nyonya Marchesi mengatakan, dia menemukan kucingnya menggigil kedinginan dan kelaparan setelah sepanjang malam mencoba kembali apartemen pasangan itu.

Pengadilan memerintahkan Tuan Marchesi untuk membayar denda 400 poundsterling untuk ongkos perawatan dan kehancuran emosional. Continue reading

44 Comments

Filed under kucing

Suara Adzan Itu

Updated : postingan ini sudah published November 2007. Sengaja saya posting lagi, karena saya mengalami hal yang sama di bulan puasa ini. Mendengar suara adzan yang mengecewakan, tapi juga mendengar suara Adzan yang luar biasa indahnya seperti suara adzan di Mesjid Dian Al Mahri, Mesjid Kubah Emas di Depok itu. Mendengar suara adzan yang indah itu tentu saja pengalaman yang menakjubkan,dan sangat menyejukkan. Karena itu saya re-post tulisan ini..

O ya.. Saya pernah dengar ada berbagai jenis dialek atau logat  Adzan. gaya Adzan Mekah dan Madinnah berbeda?  Ada yang tahukah? Mudah-mudahan bisa dishare di sini. -salam!

Setiap kali adzan itu dikumandangkan, biasanya kening langsung berkerut. Suaranya itu sepertinya ‘mengganggu’ gendang pendengaran. Tak sareh, seperti yang selalu dalam pikiran ini. Saya berusaha introspeksi, apakah memang saya yang tidak mendapatkan hidayah untuk menikmatinya? Atau speakernya yang terlalu keras? Atau karena nadanya amburadul, apalagi diselingi batuk kecil…Atau apalagi.. Wah…. tarsius Saya berusaha tak protes, karena takut kualat, apalagi ini menyangkut hal-hal peka bagi sebagian orang. Saya sempat ‘putus asa’ juga dengan masalah ini. Sampai suatu saat saya harus menuju perkampungan Dayak di ujung Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Di tengah perjalanan, karena menjelang gelap, kami istirahat di sebuah kampung. Kapal boat yang kami tumpangi merapat. Saat itulah saya mendengar suara adzan yang sungguh indahhh sekali. Seketika saya palingkan wajah mencari sumber suara itu. TErnyata ada Mesjid tak jauh dari dermaga. Ah..ini dia kumandang Adzan yang saya impikan. Lantunannya pas, bersih dan bening, juga nadanya. Suara Adzan yang indah ini pun Continue reading

66 Comments

Filed under jurnal

Pelukan yuk..

Gress nih.. Wah, wah… Siang ini saya baca Tempointeraktif Salah satu posting terbarunya membuat hati berbunga-bunga. Pelukan ternyata tak cuma nyaman menurut hati, tapi bisa dibuktikan positip secara ilmiah. Ini dibuktikan sebuah riset yang dilakukan para ahli dari Swedia.

Intinya : Kulit memiliki jaringan saraf yang jika diusap, dipeluk atau disentuh bisa menimbulkan perasaan bahagia. Ini saya kopas (mudah-mudahan TI dan penulisnya tak protes, toh ini untuk kemaslahatan bersama, Its blessing of Ramadhan.. hehe)

Jum’at, 12 September 2008 | 11:54 WIB

TEMPO Interaktif, London: Pelukan merupakan penawar paling mujarab bagi orang yang tengah dalam kesakitan atau kesedihan, dan hal itu diakui para ilmuwan yang mengatakan sentuhan dapat menghilangkan rasa sakit.

Periset asal Swedia mengungkapan, jika kulit dipanaskan pada suhu yang membuat seseorang mengaduh kesakitan, rasa sakit dapat dikurangi jika menggosok lembut bagian itu.

Ini bisa menjelaskan mengapa ayah-bunda kita selalu memeluk anak-anak mereka yang jatuh atau terluka yang dialami oleh anak-kanak itu.

Malah, mengusap-ngusap lembut pada bahu dengan tangan ketika sedang stres memunyai cerita tersendiri dalam biologi sentuhan, kata ilmuwan negara itu kepada anggota Persatuan Festival Ilmu Inggris di Liverpool. Continue reading

58 Comments

Filed under jurnal