Monthly Archives: February 2009

Lucu

Sudah empat hari ini, saya off pake gerobak sendiri. Banyak alasannya. Pertama karena tumit kaki saya yang kanan semakin nyeri, setelah terpeleset jatuh gudubrakkk di teras PIM. Saat itu, rasanya baik-baik saja, cuma sedikit lecet di kaki kiri. Ehh.. buntutnya, si tumit itu jadi korban. Katanya sih tulangnya memar. DUh pantas saja sakit banget kalau tersentuh atau digerakkan.

pc2Alasan kedua, karena busway yang mulai dioperasikan di jalur jalan yang setiap hari saya lewati. Kebayang deh, macetnya yang amat sangat sebelumnya bakal double. Kebayang juga tumit kaki saya semakin menderita. Akhirnya, oke lah saya mem’pensiun’kan sementara gerobak hitam saya yang setia itu.

Nah, soal lucu, ini terkait dengan busway -nya. Ceritanya, saya berniat menumpang busway itu dari dan ke pabrik, tempat saya kerja. Hari pertama, terminal busway terlewat jauh dari mobil tumpangan saya. Hari ke dua, kok ragu-ragu, takutnya nanti saya berdiri terus dan nanti muntah lagi seperti yang pernah terjadi bertahun-tahun lampau.. kan malu-maluin.. . Hari ketiga, Continue reading

45 Comments

Filed under jurnal, kucing, lucu

Hari yang Cerah…

Sudah dua hari ini, sang terang menyelinap di balik gorden kamar saya setiap pagi. Jadi, meski kantuk masih mengayut manja, saya pun beranjak membuka pintu kamar. Lalu membuka semua pintu yang menghubungkan ruang-ruang dingin dengan alam yang begitu hangat.

baju1Musim, kali ini tak menentu. Dua hari lalu hujan tak hentinya turun. Jalan menuju pusat kota pun tak lelah menanggung beban kendaraan yang begitu padat dan bergerak terseret. Meski jengkel, itulah fenomena yang mau tidak mau harus dilalui sekarang ini.

Saya malas menghidupkan televisi. Lagi-lagi berita buruk membuat saya senewen. Dari kebakaran tadi malam di daerah Jakarta utara, demo menentang kehadiran Hillary Clinton, gempa di timur Indonesia, dukun cilik yang sakit, perkelahian siswi SMU di Kupang,  Guru yang menyiksa muridnya lagi, belum lagi isyu puyer yang ternyata mengancam kesehatan.

Tapi, itu semua, mau tak mau harus masuk ke telinga. Tapi pagi hari ini saya ingin menikmati cahaya hangat itu. Menyaksikan Continue reading

36 Comments

Filed under jurnal, kucing, lucu

Manusia Sejati

Konon, manusia sejati memiliki hati secemerlang berlian, selembut sutera, seputih mutiara. Yakinlah, jika itu dibentuk ketika Sang Pencipta mulai menurunkan nyawanya pada mahluk hina ini.

capekJika begitu, meski kemudian dia tumbuh di lingkungan busuk, bau, dan kotor, sosok ini akan tetap tumbuh tetap indah seperti awal dia diciptakan. Semua orang akan berburu menjadi teman, sahabat, atau apapun yang penting dekat dengan manusia sejati ini. Begitukah manusia sejati itu?

Jika, ada manusia yang hatinya selegam besi, sebusuk belatung dalam penyakit kronis, sekeras batu karang, atau sekotor sampah, yakinlah Sang Pencipta memang menghendakinya demikian. Apakah Continue reading

Comments Off on Manusia Sejati

Filed under jurnal, kucing, lucu, Uncategorized

Siapa Bilang?

bengongSiapa bilang aku baik? Jika waktu yang kita hidupkan hanya untuk kepentingan aku. Aku tak peduli kamu sibuk atau punya kepentingan lain, yang aku tau kamu harus selalu ada denganku saat aku butuh. Siapa bilang aku peduli? jika aku selalu memaksakan semua kemungkinanku adalah yang paling benar. Jika aku selalu menganggap semua pemikiranmu hanya imajinasi bodoh yang membuat semua kacau balau. Jika semua janji yang kubuat demi mengisi waktu kosong saat kesibukan tak membungkus kepenatan kaki, demi mengusir sepi yang tak kudapat dari mereka yang mengelilingiku setiap detik. Siapa bilang aku pemurah? Jika hadiah-hadiah yang aku berikan demi membuat kamu menuruti apa yang kuinginkan, demi membuat kamu menuruti semua kehendakku. Siapa bilang juga aku sayang? Jika aku hanya hadir saat aku mau, saat aku sempat, saat aku yakin tak ada yang tau aku bersama kamu. Jika semua perjalanan yang pernah kita tempuh hanya membuat aku lebih tenang. Siapa bilang aku santun seperti bidadari? Kalau kata-kata kasar selalu terucap jika hati galau. Jika aku tak peduli dengan etika kesopanan yang berlaku di muka umum. Jika semua kekacauan harus membuat kamu saja yang selalu introspeksi, jika aku selalu menagih maaf meluncur dari kamu, jika tak pernah ada perasaan bersalah untukmu. Siapa bilang sabar tak punya ujung?Siapa bilang juga jika kamu pergi aku baik-baik saja? Siapa bilang?

16 Comments

Filed under jurnal, kucing, lucu

Cinta dan Persahabatan

Tadi pagi, selepas subuh, saya mengaduk-aduk buku di boks ‘harta karun’ saya yang berisi koleksi sejak mahasiswa. Pertama, yang terkait jemari adalah buku bersampul ‘batik’ motif tetumbuhan warna tanah. Tetralogi masterpiece – Kahlil Gibran- Sayap Sayap Patah. Hmmm.. sepertinya cocok nih dibaca lagi pagi ini…

piece3Tema kehidupan, persahabatan dan pengorbanan menjadi pilihan saya, pagi itu. Ada beberapa quote yang menarik, apalagi jika dihubungkan dengan eforia valentine’s day Februari ini…

Ini dia :

…….Hidup itu penuh kebahagiaan dan kebebasan. Kenapa kita tidak lepaskan kayu pasungan yang berat di pundak kita, dan kita patahkan belenggu yang merantai di kaki kita…….

…… Mari kita pergi ke pantai ke pantai di bawah bayangan sang malam dan naik perahu yang akan membawa kita jauh menyeberang ke balik samudera di mana kita akan menemukan kehidupan baru yang penuh kebahagiaan … Continue reading

43 Comments

Filed under jurnal, kucing, lucu

Giring

Akhir-akhir ini ada satu hal yang selalu membuat bibir saya tersenyum. Giring! Iya betul, Giring, vokalisnya Niji eh salah ya harusnya nulisnya NIDJI… hehe, yang rambutnya kriwil, pipinya agak tembem, dan lucu itu. Busyet. Entah kenapa ada sesuatu dari polahnya di panggung itu yang selalu membuat bibir menekuk ke atas. Apalagi kalau dia sudah jingkrak-jingkrak dengan salah satu kakinya. waduhh…

tudung01Tiga hari terakhir ini saya juga asyik di depan televisi. Bukan untuk cari berita, tapi nunggu iklan yang dibintangi Giring. Fragmen yang diperankannya sepertinya mewakili keceriaan masa mahasiswa dulu. Saat naik mobil bak terbuka, menyusuri lembah, masuk hutan, naik perahu, dan nyanyi-nyanyi di geladak kapal. Suaranya yang khas itu juga benar-benar menggoda.

Ingat Giring, saya ingat juga keceriaan almrhum Gito Rollies kalau tampil di panggung. Ah tapi Giring dan Gito jelas berbeda. Mungkin Giring, gak senekat Gito yang berani bugil naik motor keliling Bandung.. Tapi, Giring berani hanya memapas sebelah rambutnya yang kriwil menjadi tidak simetris.

Haha..dua-duanya memang membuat saya tersenyum.. Terimakasih ya Giring..

56 Comments

Filed under jurnal, kucing, lucu