Manusia Sejati

Konon, manusia sejati memiliki hati secemerlang berlian, selembut sutera, seputih mutiara. Yakinlah, jika itu dibentuk ketika Sang Pencipta mulai menurunkan nyawanya pada mahluk hina ini.

capekJika begitu, meski kemudian dia tumbuh di lingkungan busuk, bau, dan kotor, sosok ini akan tetap tumbuh tetap indah seperti awal dia diciptakan. Semua orang akan berburu menjadi teman, sahabat, atau apapun yang penting dekat dengan manusia sejati ini. Begitukah manusia sejati itu?

Jika, ada manusia yang hatinya selegam besi, sebusuk belatung dalam penyakit kronis, sekeras batu karang, atau sekotor sampah, yakinlah Sang Pencipta memang menghendakinya demikian. Apakah dia bukan manusia sejati?

Aku tak peduli sejati itu. Aku hanya tak ingin menjadi manusia yang berpura-pura menjadi manusia sejati berhati bidadari. Yang selalu tersenyum sebusuk apapun manusia di depanku. Selalu mengalah pada keinginan orang lain, meski aku tak bisa. Selalu menyisihkan waktuku padahal aku tak mampu. Selalu mengorbankan urusanku, padahal aku tersiksa. Selalu peduli pada pikiran orang lain, padahal aku sendiri tak berdaya dengan pikiranku sendiri.

Aku juga tak mau memaksa orang terlibat dalam urusanku hanya demi mereka eksis, bangga, dan senang. Aku juga tak mau peduli dengan duka gulana mereka, hanya demi berharap hitungan kebaikan-kebaikanku di hari pengadilan kelak. AKu juga tak akan mau menerima dan menelan bulat-bulat segala cela, caci maki dan sumpah serapah yang dilontarkan , padahal aku tak seperti itu. AKu juga akan memaksa maaf jika yakin orang lain bersalah padaku. Tak peduli mereka bersedih atau tersinggung. AKu akan tetap berkata bodoh, naif, stupid jika itu memang harus kuucapkan. Kata-kataku akan tetap seperti itu.

Karena aku manusia yang menutup mata hati untuk kebaikan dan ketulusan yang dipaksakan. Karena aku manusia yang tak pernah ingin menghitung segala kebaikan, apalagi berharap kembali. Aku hanya percaya Sang Pencipta, Dialah yang Maha Tahu. Dialah yang memutuskan manusia sejati itu seperti apa…

Aku hanya tak ingin selalu tersenyum, tak ingin berwajah bidadari meski hati murka. Aku pun tak akan diam jika aku tak senang, akan kukatakan jika aku tak mampu.

AKu adalah manusia biasa yang benci pura-pura.. Bukan batu permata yang cemerlangnya harus diasah…

Advertisements

Comments Off on Manusia Sejati

Filed under jurnal, kucing, lucu, Uncategorized

Comments are closed.