Ah.. Motor

Repost nih postingan 2 tahun lalu, tapi masih berlaku juga sekarang ini.. ah motorr…

Sejak krisis 1998, Jumlah motor di jalan raya tak terhingga lagi. Jalanan sepertinya milik mereka semua. Tak ada area aman, kiri kanan depan belakang semua tak ada yang kosong tanpa motor. Di lampu merah, actionnya seperti lebah, siap me’rangsek’. Simak saja, lampu belum berubah hijau, masih kuning, badan motor sudah bergerak-gerak. Dan…greeeennnng meluncurlah dengan badan yang ‘meliuk-liuk’. Melibas siapapun yang ada di depannya.

Banyak cerita kesal dan lucu soal motor. Yang lucunya, saya sempat terpingkal-pingkal saat mereka ‘menyundul’ temannya di depan. Dan ibarat kartu yang berjejer ditebak angin, akhirnya yang didepannya pun kena imbasnya, daann bruaakkk…. Lucu, tapi sekaligus kasihan juga sih. Tapi diam-diam, di dalam hati, komentar saya begini : syukurin lho, makanya jangan maksa kalu jalan…. (aduh maaf ya, habis memang begitulah faktanya, mungkin juga gak semua sih).

Faktanya mereka memang ‘terlalu percaya diri’ saat membawa motornya di jalanan. Saya sering jadi korban. Sudah adem ayem menunggu lampu merah berganti hijau, tiba-tiba..bruaakkkk body mobil bagian belakang ditabrak dari belakang. Pas turun, komentarnya cuma gini : Aduhh mbak, maaf gak sengaja! Busyet, apa mereka gak mikir ya, yang namanya tabrakan memang ada yang sengaja ya? terus tanggung jawabnya mana??? Ada yang kabur, ada yang ‘cuma’ kasih 50 rebu, busyett buat bensin ke bengkel aja gak cukup deh bung…

Terakhir, (mudah-mudahan yang terakhir deh Tuhan, pleaseee..) kemarin pagi, lagi menunggu motor lain untuk belok, ehhh braakkkkk dari belakang terdengar suara keras. Motor lagi! Dan (Lagi) ‘cium’ bemper belakang. Aduhhh kena lagi deh. Kemudian saya minggir, mau lihat kondisi bagian belakang mobil, kaca jendela diturunkan, maksudnya mau memanggil si motor yang nabrak itu. Tau respon si penabrak?? Gak apa-apa kok mbak, tenang aja! katanya sambil ngeloyor pergi… Saking bengongnya, refleks saya gak jalan normal, baru sadar, ketika si motor sudah jauh di depan. Sulit untuk mengejar, apalagi kondisi jalan pamer paha gitu..Duhh…

Pagi tadi, Saya lihat bemper itu.. hmmm tanda ‘ciuman mesra’ itu nampak jelas. Sulit dikatakan, yang pasti, bemper mobil gak lagi mulus seperti biasanya. Ah..motor!

Advertisements

22 Comments

Filed under Blogroll, jurnal, kucing, lucu

22 responses to “Ah.. Motor

  1. patrianila

    bicara tentang motor di Jakarta, sama saja bicara tentang cara mengelola negri ini. Aku jadi teringat komentar Muslim Abdulrahman dalam sebuah diskusi di Bentara Budaya Jakarta. Katanya pengendara motor di jakarta jauh lebih radikal dari seorang aktifis pro demokrasi yang paling radikal sekalipun. Sudah pasti peserta diskusi pada ketawa. Yang tidak kutahu adalah apakah mereka ketawa karena mereka juga memakai motor atau apa? yang jelas sih kebanyakan para pengguna motor juga.

  2. Kasihan juga selalu menjadi korban pengendara yang ugal-ugalan. Apakah mereka tidak mikir, kalau hal semavcam itu taruhannya nyawa?

  3. sebel banget sama pengendara yang suka kebut kebutan di jalan raya kayak jalanan ini punya nenek moyangnya aja

  4. tampa bermaksud menghina pengguna motor … tapi memang rata-rata yang pake motor, mereka tidak tahu bagaimana harus beretika di jalan raya … benar-benar menyebalkan … 😦 …

  5. saya pengendara motor..
    tapi itu bukan kesalahan saya lho 😛

  6. darahbiroe

    hehehe
    ikutan GP ajah dari pada balapan liar
    hehehe
    😀

  7. zee

    Tidak bisa dipungkiri, motor2 sekarang cicilannya ringan sehingga siapa saja bisa punya motor. Sementara mungkin secara emosi dan etika mereka belum pantas mengendarai motor, tapi mau bilang apa? Umur 16 tahun saja bisa dapat SIM C.
    Harus diperketat lg nih persyaratan pengambilan sim. Termasuk juga syarat jumlah kendaraan.

  8. gambar kucing dia atas keren…………^_^b

  9. Saya turut berduka, ckikikikik piss 😛

  10. HEBAT, MASIH SEMANGAT JUGAYA BUAT NGE bLOG…

  11. errgghhh… gw pengendara motor budiman kok… bisa ditanya ke orang2 yg pernah dibonceng…. maklum, belum punya duit beli mobil, dan gak kuat desek2an di bis kota 🙂

  12. Irfan

    Saya belum bisa bawa motor nih mas…. hehehe 😀
    btw boleh tuke link nggak mas?
    Linknya kucing keren udah aku taro di blogroll aku.

    Salam Cemen 😀
    http://kapocong.wordpress.com

  13. halooo salam blogger Indonesia ^^
    apa kabar kawan?
    yuukk, mampir ke blog pelangii, jangan lupa tinggalkan jejak dan komentar ya untuk tulisan pelangi yang satu ini…

    http://pelangiituaku.wordpress.com/2010/08/24/welcome-to-the-next-city-2010-%E2%80%9Cjelajah-kota-depok-2010%E2%80%9D/

    karena ini sedang diikutkan lomba, doakan semoga menang yaaa ^^
    terima kasihh^^

    salam,
    pelangiituaku

  14. wah..kalau lama ditinggalkan..bikin rindu..

  15. kangennnnnnnnnnnnnnnn
    semangattttt
    salam hangat dari blue

  16. motor itu emang kadang menjengkelkan di jalan raya tanpa mikir bahayanya mereka suka menerobos lampu merah dan melanggar rambu-rambu. tapi tanpa motor saya ga bisa sampe kantor tepat waktu. gimana donk? heheheheh…….

  17. pengendara motor emang menjengkelkan, mereka mengendarai kendaraannya seolah-olah mereka itu yang memiliki jalan raya tanpa memikirkan kalau cara mereka berkendara itu membahayakan orang lain. sabar aja yah……….. salam kenal.

  18. Iya tuh yg tdak ngebut2 jd korban

  19. Neng…baru nemu nih blog. salam kenal ya…

    soal motor emang banyak keluhan, tapi ya itu…nikmati saja apa adanya. Pernah kejadian, ketika saya ditabrak dari belakang mau ngambil kartu masuk ke sebebuah pintu perumahan,..eh..bukanya minta maaf malah bilang “mas,..kok brenti mendadak seh….” keki deh…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s