Monthly Archives: August 2011

Puasa

Entah kenapa, seperti yang sudah-sudah bulan puasa di tanah air ini selalu saja panas. Kering kerontang di mana-mana.  Debu bertebaran di mana-mana.. Seolah suasana tak pernah merasa nyaman. Padahal, puasa itu bukan sekadar menahan lapar dan haus. Emosi pun harus ditahan-tahan biar adem. Sepuluh hari berlalu amaann… hari ke 11, 12, 13, 14…15..jreng.. jreeeennng… tiba-tiba saat parkir kok ban belkang kempesss.. langsung panggil tukan ban, yang lokasinya gak jauh dari tempat parkir itu (ahamdulillah)..dan sodara-sodara penyebabnya adalah )seperti tahun lampau) : PAKU (jahanam)

Langsung udara panas masuk ke estiap sel di kepalaku.. AGAIN? beruntunglah masih dilindungi, sehingga bisa parkir, sehingga bisa ketemu si tukang ban itu, dan 10 menit beres… KALAU TIDAK?..

Usai jam kantor, menuju pulang , tiba-tiba bapakku tersayang sms, tolong beliin tanah dua karung, untuk pohon jambu yang dipot, biar gak kering. OKE jawabku. lalu saat menemukan warung kembang, aku berhenti. Ada seorang bapak berkopiah dan bersarung setengah baya. Dialah pedagangnya. Langsung aku sapa, “Pak mau beli tanah, ada?”  : Bapak itu menjawab :”tanah? buat apa tanah?”  ; aku jawab lagi, “ya buat berkebun lah pak, bapak saya tadi minta dibeliin tanah.”  “Waduhh, kok hari gini berkebun siihh? gak tau apa sekarang lagi musim panas. percuma aja, ntar matii… ,” komentarnya dengan nada tinggi dan khas logat betawi.. Aku bengong aja mendapatkan respon tak terduga itu. “Lhaa.ya ga tau pak, pokoknya say amau beli tanah, bapak punya gak?” sambil celingak celinguk cari Continue reading

14 Comments

Filed under jurnal, kucing, lucu

Kesetiaan si Cantik

Seminggu lalu, saya pulang ke rumah tua di Bandung.  Saya sebut rumah tua, karena memang fisiknya tak sesegar rumah-rumah di sekitarnya. Jiwa rumah itu memang seolah-olah ikut pergi bersama para penghuninya yang satu per satu pergi. Itu sejak ibunda dipanggil sang Khalik Juni 2009. Kangen melihat berandanya.

cantiek's fam

Dulu di tempat ini, penuh warna karena anggrek selalu saja berbunga. si Ammar jr almarhum juga selalu merebahkan tubuh besarnya itu di antara pot-pot anggrek itu.  Berlindung dari panas sambi main mata dengan istrinya si Cantik, kucing semi anggora berbulu tiga.  Mengingat semua sudah tak ada, ada rasa ‘nyeleneh’ di antara jantung dan hati ini. ..

ammar

Turun dari mobil, membuka gerbang, tiba-tiba ada suara kucing yang rasanya tak asing. Suaranya khasnya yang lirih, membuat aku langsung teringat si Cantik, kucing berbulu tiga kekasih Continue reading

16 Comments

Filed under anak kucing, Blogroll, jurnal, kucing