Category Archives: Blogroll

Steve Jobs

Saya tak kenal sama sekali sosok yang satu ini.  Hanya saja, sosok ang dilahirkan di San Fransico, California, 24 Februari 1955,ini, hari ini sepertinya memberikan gelombang kejut yang luar biasa bagi orang-orang yang begitu terbantu dan teknologi yang diciptakannya. Siapa tak kenal iPod, iPhone, iPad? Sebelum mengenal produk itu, kita ke mana-mana membawa alat yang begitu tebal dan berat untuk menikmati  fasilitas yang kita butuhkan.

Contohnya, kalau saya harus tugas ke luar kota, dulu ransel yang harus saya bawa ada dua. Satu untuk baju-baju, satu lagi untuk peralatan ‘perang’ tulis menulis, termasuk laptop yang super tebal. Kini, satu ransel sudah cukup, karena pengganti laptop jaman dulu yang super tipis sudah bisa masuk bersama benda-benda lain yang harus dibawa. Bahkan di kantung jeans saya pun peralatan komunikasi lain sangat mudah diselipkan. Continue reading

4 Comments

Filed under Blogroll, jurnal, kucing

Kesetiaan si Cantik

Seminggu lalu, saya pulang ke rumah tua di Bandung.  Saya sebut rumah tua, karena memang fisiknya tak sesegar rumah-rumah di sekitarnya. Jiwa rumah itu memang seolah-olah ikut pergi bersama para penghuninya yang satu per satu pergi. Itu sejak ibunda dipanggil sang Khalik Juni 2009. Kangen melihat berandanya.

cantiek's fam

Dulu di tempat ini, penuh warna karena anggrek selalu saja berbunga. si Ammar jr almarhum juga selalu merebahkan tubuh besarnya itu di antara pot-pot anggrek itu.  Berlindung dari panas sambi main mata dengan istrinya si Cantik, kucing semi anggora berbulu tiga.  Mengingat semua sudah tak ada, ada rasa ‘nyeleneh’ di antara jantung dan hati ini. ..

ammar

Turun dari mobil, membuka gerbang, tiba-tiba ada suara kucing yang rasanya tak asing. Suaranya khasnya yang lirih, membuat aku langsung teringat si Cantik, kucing berbulu tiga kekasih Continue reading

16 Comments

Filed under anak kucing, Blogroll, jurnal, kucing

Tamu

Tamu, membuat ruang itu kembali hangat. Celotehan, suara denting sendok saat beradu dengan pinggiran cangkir porselen pelan-pelan mengusir suasana dingin yang selama ini menyelimuti ruang yang sempat tak tersentuh itu

Memang tak sepanas pesi yang ditempai para pandai besi. Tapi membuat penghuninya menoleh dan kembali duduk di sofa empuk di sudut ruangan itu. lampu sudut kembali menyala. Meja kayu di depannya kembali dibuat kacau balau oleh buku koleksi sang penghuni. Sesekali ada koran dan secangkir kopi hangat. bahkan sejak itu, asbak pun kembali ditaburi abu rokok para tamu yang datang.

topik hangat mengalir satiu per satu menjadi bahan perbincangan. Dulu soal marah, kini soal tamu, Continue reading

13 Comments

Filed under Blogroll, jurnal, kucing, lucu