2010 in review

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads Wow.

Crunchy numbers

Featured image

A Boeing 747-400 passenger jet can hold 416 passengers. This blog was viewed about 5,400 times in 2010. That’s about 13 full 747s.

In 2010, there were 7 new posts, growing the total archive of this blog to 172 posts. There were 9 pictures uploaded, taking up a total of 612kb. That’s about a picture per month.

The busiest day of the year was June 17th with 80 views. The most popular post that day was Lynx.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were search.conduit.com, WordPress Dashboard, mail.yahoo.com, bluethunderheart.wordpress.com, and google.co.id.

Continue reading

18 Comments

Filed under Blogroll, jurnal, lucu

Pilihan

Suatu hari, saat masih kecil, aku lari ke pangkuan bundaku. Tersedu di pangkuannya. Aku mengadu, tak suka dengan suasana baru di mana ayah ditempatkan.

Rumahnya yang besar dan kuno membuatku takut. Lorong-lorong menuju ruangan-ruangan itu membuat imajinasiku berkembang mengerikan. Seolah-olah penghuni lama yang bule-bule itu melihat setiap pergerakan ku. Setiap tidur, mataku melek terus dan sulit ditutup. karena setiap kelopaknya menutup, bayangan wanita pirang itu seolah turun dari bola lampu yang tergantung di atap yang tinggi itu..

Ibu, membelai rambutku, mengusap pipiku yang penuh air mata saat itu. Sepertinya, dia mengerti bahwa anaknya yang satu ini memang sungguh penakut. tak hanya oleh petir tapi juga oleh rumah tua yang besar. “Sambil tangannya membelai, ibu pelan berkata kepadaku. “Nak, ini adalah tempat terbaik untuk kita semua. Tak ada pilihan lain, apalagi tugas ayahmulah yang membuat kita semua harus ada di sini,” katanya.

Pilihan itu membuat aku memang tak bisa memilih lagi. Hidup harus terus berjalan. Begitu juga ketika aku harus bekerja, tinggal di tempat lain, sendirian, atau bahkan harus bergabung dengan yang lain. Dan tidur tanpa ditunggui ayah, bahkan ibu yang kini sudah ada di surga..

Satu hal yang Continue reading

18 Comments

Filed under jurnal

Ah.. Motor

Repost nih postingan 2 tahun lalu, tapi masih berlaku juga sekarang ini.. ah motorr…

Sejak krisis 1998, Jumlah motor di jalan raya tak terhingga lagi. Jalanan sepertinya milik mereka semua. Tak ada area aman, kiri kanan depan belakang semua tak ada yang kosong tanpa motor. Di lampu merah, actionnya seperti lebah, siap me’rangsek’. Simak saja, lampu belum berubah hijau, masih kuning, badan motor sudah bergerak-gerak. Dan…greeeennnng meluncurlah dengan badan yang ‘meliuk-liuk’. Melibas siapapun yang ada di depannya.

Banyak cerita kesal dan lucu soal motor. Yang lucunya, saya sempat terpingkal-pingkal saat mereka ‘menyundul’ temannya di depan. Dan ibarat kartu yang berjejer ditebak angin, akhirnya yang didepannya pun kena imbasnya, daann bruaakkk…. Lucu, tapi sekaligus kasihan juga sih. Tapi diam-diam, di dalam hati, komentar saya begini : syukurin lho, makanya jangan maksa kalu jalan…. (aduh maaf ya, habis memang begitulah faktanya, mungkin juga gak semua sih).

Faktanya Continue reading

22 Comments

Filed under Blogroll, jurnal, kucing, lucu

Paku

Paku.. ini kisah lama, tapisepertinya tak ada akhirnya. Sekarang ini malah jalan-jalan di kompleks perumahan sudah menjadi sasaran para penebar paku. Bahkan mereka berani menebar paku persis di depan gerbang rumah, seperti yang terjadi pagi ini di depan rumah saya.

Kok kesannya kasus paku ini tak beda jauh dari kasus markus yang sekarang lagi seru di media ya. AKarnya entah di mana, sudah kronis dan sepertinya sulit banget diberantas. Ini saya repost lagi kisah paku yang pernah saya tulis setahun lalu

Sudah beberapa minggu ini saya sebel sama benda yang satu ini. Minggu kemarin ban tubles gerobak saya kempes gara-gara paku. Padahal saya sudah habis-habisan menghindari paku-paku yang tersebar di jalan raya itu. Udah menggak menggok..eh ternyata kena juga.

Gak habis pikir, kok bisa-bisanya paku-paku itu menyebar di jalanan. Gak cuma di jalan raya biasa, saya pernah ketemu paku itu di jalan tol JORR. Gile benerr.. Pernah sih lihat tayangan televisi yang membahas soal paku-paku ini. Saat itu digambarkan bagaimana orang iseng itu menyebarkan paku-paku itu dini hari. Konon, modus operandi itu sudah diketahu petugas, sehingga petugas biasanya operasi pagi hari dan berhasil men’jaring’ paku itu di satu jalan ‘saja’ sampai ada dua kilogram. Bayangkan berapa gerobak dan motor yang bisa jadi korban tuh dengan duakilogram paku itu. 😦

Setelah diinvestigasi, saya pikir si orang iseng yang gak ada kerja dan nyebarin paku-paku di jalan itu sudah insyaf. Eehhh sekarang sepertinya merajalela lagi deh. Duhh..

Saya sering banget jadi korbannya. Untungnya, saat itu masih ada yang nolongin. Padahal pas kejadian lagi ngebut di Tol. Untungnya lagi, gerobaknya masih bisa dikendalikan. Untungnya lagi, gerobak dibelakang gak lagi ngebut. Halahh…

Si penyebar paku yang tidak bertanggungjawab itu pernah gak ya berpikir, bagaimana kalau saudara perempuan atau ibu atau anak perempuan mereka yang jadi korban? Kendaraannya mogok -gara-gara ban kempes itu – di tengah jalan yang nanjak, malam hari, gak ada orang, terus di sekitarnya ada preman yang lagi cari korban. Pikiran liar saya juga pernah merancang, bagaimana tuh kalau gara-gara ban kempes, kendaraannya terus slip, terusssssssss… (gak berani nerusin dehh)..

Kesel..beneran kesel… semoga orang-orang iseng itu insyaf deh. Cari rejeki dengan cara ‘kotor’ seperti itu pasti gak akan panjang…

32 Comments

Filed under Blogroll, jurnal, lucu, Uncategorized

Freedom

Hari ini rasanya sungguh seru.. Bangun pagi, badan rasanya segerrrr, soalnya kemarinnya ikut luluran dan refleksi hampir seharian. Rasanya badan ini bersihh dan yang pegal-pegal hilang entah ke mana. Hati juga entah kenapa berbunga-bunga.. haha entah apa yang menjadi sebab.

Yang pasti, hari ini saya benar-benar merasa sebuah kebebasan alias freedom. Tak cuma gara-gara bisa menikmati hari untuk diri sendiri, tapi juga karena telah berhasil memilih jalan hidup yang terlepas dari kepura-pura-an.

Dipikir-pikir, hidup ini memang enaknya apa adanya. Tak perlu lah tersenyum jika memang tak ingin melekukan bibir ke arah atas. Tak perlulah menjawab jika tak ingin dan tak bisa menjawab. Berbuatlah apa adanya saja. Pertahankan apa yang diyakini itu benar. Tapi yaitu, tetep kita harus mengacu juga dengan yang berlaku umumnya di masyarakat sekitar kita. Menghargai orang lain itu tetep harus dilakukan, tapi ya secukupnya sajalah jangan berlebih apalagi lebay..

Sekarang ini saya juga berhasil tak selalu memaksakan apa yang direncanakan harus berhasil. Saat ini sebuah proses adalah sesuatu yang indah.

Hehehe..bingung ya dengan postingan ini?Subjeknya memang gak jelas, tapi memang gak perlu. Continue reading

28 Comments

Filed under jurnal, kucing, lucu

Perdu

Dulu sekali. Aku tak pandai menghitung waktu. Mungkin aku sengaja mengabaikan waktu, karena pernah suatu kali, waktu memenjarakan perasaanku.

Aku berkhayal ia sebatang pohon yang besar. Aku perdu di bawah naungannya.
Sebatang pohon yang baru akan terlihat kokoh kalau berbanding dengan perdu sepertiku. Tak akan ada yang menilainya besar dan kokoh. Tanpa aku.

Quote itu saya ambil di sebuah tulisan, tapi entah apa judul tulisan itu. SUdah lama saya baca, tapi kalimat itu masih nempel terus di pikiran ini. (Jadi mohon maaf untuk yang punya tulisan ini. Semoga tak keberatan Quote nya saya copas tanpa ijin.).

Kalimat itu sederhana saja ya. Tapi menurut saya maknanya luar biasa. Kebersamaan begitu pentingnya di dunia ini. Tanpa seseorang yang berarti, kita bukanlah apa-apa.

Semoga yang disebelah, tau apa artinya Anda untuk dia. MEski ANda hanyalah ‘perdu’ , sebelum semuanya terlambat..

41 Comments

Filed under jurnal, kucing, lucu

Pattaya

Langkah kaki memang sulit dihentikan. Gairah untuk mengeksplor semua ruang sulit dibendung. Ruang yang penuh damai, jauh dari kebisingan, sarat kasih dan kesetiaan selalu menjadi impian.

Dalam pikiran saya, salah satu tempat itu adalah di mana para bhiksu berada. Yaitu, Tibet, Pegunungan Himalaya (ini gara-gara saya baca komik TinTin episode TInTin di Tibet), Khasmeer dan Kerala di India, juga Thailand.

Beberapa waktu lalu, saya sempatkan menuju salah satu tempat itu. Kali ini yang dekat saja, Thailand. Tujuan utamanya sebetulnya National Park nya. Di sana konon ada sebuah biara yang para bhiksu nya memelihara harimau besar.

Tapiii… di sana saya belum beruntung. Ini ternyata agendanya ‘hanya’ pattaya dan kebun anggurnya Silverlake yang terkenal itu. Ya sudahlah, apalagi salah seorang teman juga tinggal di Pattaya, sekalian berkunjung (bahkan sekalian tidur di kondominiumnya hehehe..), bahkan sang teman yang baik hati itu menjadi guide sekaligus jadi ‘supir’ (supir istimewa) kami selama di Pattaya.

Cerita lengkap perjalanan ini akan saya upload di Continue reading

29 Comments

Filed under jurnal, kucing, lucu