Tag Archives: sakit

Dia pun Benar Benar Pergi..

Jumat sore hati saya tiba-tiba rusuh. Entah apa penyebabnya. Siangnya memang ada kabar soal Bapak di Bandung. Konsentrasi saya lsulit sekali focus saat itu. Akhirnya semua kerja akhir minggu dikebut. Proses check and re check juga segera dilakukan. Setelah beres, saya minta ijin pulang duluan dan segera ke Bandung.

ammarinfusDi tol Cikampek, tiba-tiba ponsel berdering. Karena jalanan tak begitu padat, saya terima telpnya yang ternyata dari kakak saya di Bandung. “Posisi di mana?” Tol Cikampek, jawab saya. “Oh oke.. langsung ke rumah ya,” katanya. “Kenapa?” saya bertanya balik. “Ga papa, hati-hati di jalan,” jawabnya lagi tak jelas. Saya segera tancap gas. Hati saya tambah rusuh. Apakah ini berkaitan dengan Bapak? Apakah Bapak sakit ? Atau ada apa? Pedal gas pun saya tekan lebih dalam.

Satu jam setelah magrib, saya pun sampai di gerbang rumah. Sepi sekali. Hanya ada Bula –anaknya Ammar jr– menyambut di teras rumah. Cantiek –ibunya- kemana? Ammar Jr? Sesaat saya ingin sekali memanggil my sweety cat, Ammar Jr. Tapi saya urungkan niat itu, nantilah saya piker setelah tau masalah di dalam, baru saya cari Ammar Jr.

Di dalam rumah, bapak dan kakak serta istrinya sedang duduk. Saya langsung cium tangan dan memberi salam seperti biasa. Lalu kakak saya bicara. “Mau lihat Ammar? Ada di pojok?” kata bapak.. “Ammar kenapa?” tanyaku. “Tadi siang waktu bapak keluar masih tiduran di gerbang rumah.” Kata Bapak. “Waktu kami pulang, Ammar sedang dikerubungin sama Cantiek dan Bula. Ternyata Ammar udah gak bernafas,” tambah kakak saya.

ammar jrSaya diam tak tahu harus bicara apa. Tiba-tiba pikiran saya meloncat pada seminggu sebelumnya saat pulang ke Bandung. Tingkah laku Ammar Jr rupanya ingin pamitan pada saya. Saat itu, dia tidur di antara bantal dan guling di kamar saya sambil menatap. Dan wajahnya ditempelkan pada tangan saat saya menghampiri untuk mengelusnya. Tak biasanya dia masuk kamar saya.

BEsoknya, ketika dibawa ke klinik hewan pun dia tak banyak protes. Ammar duduk diam di jok belakang. Ketika dokter hewan yang merawatnya memasukkan jarum infuse ke kulit punggung nya pun dia diam saja. Juga saat vitamin dan obat penambah darah di suntikan ke daerah pantatnya, dia hanya menggeram sedikit. Matanya selalu menatap kamera ponsel . Saat itu ada tiga dokter hewan Continue reading

Advertisements

70 Comments

Filed under jurnal, kucing

Lucu

Sudah empat hari ini, saya off pake gerobak sendiri. Banyak alasannya. Pertama karena tumit kaki saya yang kanan semakin nyeri, setelah terpeleset jatuh gudubrakkk di teras PIM. Saat itu, rasanya baik-baik saja, cuma sedikit lecet di kaki kiri. Ehh.. buntutnya, si tumit itu jadi korban. Katanya sih tulangnya memar. DUh pantas saja sakit banget kalau tersentuh atau digerakkan.

pc2Alasan kedua, karena busway yang mulai dioperasikan di jalur jalan yang setiap hari saya lewati. Kebayang deh, macetnya yang amat sangat sebelumnya bakal double. Kebayang juga tumit kaki saya semakin menderita. Akhirnya, oke lah saya mem’pensiun’kan sementara gerobak hitam saya yang setia itu.

Nah, soal lucu, ini terkait dengan busway -nya. Ceritanya, saya berniat menumpang busway itu dari dan ke pabrik, tempat saya kerja. Hari pertama, terminal busway terlewat jauh dari mobil tumpangan saya. Hari ke dua, kok ragu-ragu, takutnya nanti saya berdiri terus dan nanti muntah lagi seperti yang pernah terjadi bertahun-tahun lampau.. kan malu-maluin.. . Hari ketiga, Continue reading

45 Comments

Filed under jurnal, kucing, lucu