Monthly Archives: November 2010

Pilihan

Suatu hari, saat masih kecil, aku lari ke pangkuan bundaku. Tersedu di pangkuannya. Aku mengadu, tak suka dengan suasana baru di mana ayah ditempatkan.

Rumahnya yang besar dan kuno membuatku takut. Lorong-lorong menuju ruangan-ruangan itu membuat imajinasiku berkembang mengerikan. Seolah-olah penghuni lama yang bule-bule itu melihat setiap pergerakan ku. Setiap tidur, mataku melek terus dan sulit ditutup. karena setiap kelopaknya menutup, bayangan wanita pirang itu seolah turun dari bola lampu yang tergantung di atap yang tinggi itu..

Ibu, membelai rambutku, mengusap pipiku yang penuh air mata saat itu. Sepertinya, dia mengerti bahwa anaknya yang satu ini memang sungguh penakut. tak hanya oleh petir tapi juga oleh rumah tua yang besar. “Sambil tangannya membelai, ibu pelan berkata kepadaku. “Nak, ini adalah tempat terbaik untuk kita semua. Tak ada pilihan lain, apalagi tugas ayahmulah yang membuat kita semua harus ada di sini,” katanya.

Pilihan itu membuat aku memang tak bisa memilih lagi. Hidup harus terus berjalan. Begitu juga ketika aku harus bekerja, tinggal di tempat lain, sendirian, atau bahkan harus bergabung dengan yang lain. Dan tidur tanpa ditunggui ayah, bahkan ibu yang kini sudah ada di surga..

Satu hal yang Continue reading

Advertisements

18 Comments

Filed under jurnal