Monthly Archives: October 2008

Jingga

kenapa Jingga, kenapa bukan ungu??

———–

——————

———————————-

———————————————————-

——————————————————————————————–

————————————————————————————————————————-

Entar dulu… (bingung juga bagaimana jawabnya ya…) Yang pasti Jingga itu tak bakal lama lagi hadir di tengah kita….. Semoga begitu.. tunggu deh kabar lanjutannya…

39 Comments

Filed under jurnal

Kiss is…

Hari ini, waktu buka email di milis, ada postingan yang lumayan menarik, dan sayang jika dilewatkan.. Ini saya postingkan khusus untuk para penggemar kucingkeren ciuman.. hehe.. Maaf jika ada yang sudah pernah membaca ya..(atau malah ada yang dusah mempostingkannya) .. just for fun and refreshing lah..

Ciuman menurut definisi para dosen…

Dosen Fisika:
Ciuman adalah gaya tarik menarik antara dua mulut dimana jarak antara satu titik dengan titik yang lain adalah nol.

Dosen Kimia:
Ciuman adalah reaksi akibat interaksi dari senyawa yang dikeluarkan oleh dua hati.

Dosen Mikrobiologi:
Ciuman adalah pertukaran bakteri uniseksual di dalam air liur.

Dosen Biologi:
Ciuman adalah menyatunya dua otot orbicularisoris dalam keadaan kontraksi.

Dosen Ekonomi:
Ciuman adalah sesuatu di mana permintaan lebih besar drpd penawaran.

Dosen Statistik:
Ciuman adalah kejadian yang peluangnya bisa sangat tergantung dari angka
statistik berikut:36-24-36.

Dosen Teknik: Continue reading

51 Comments

Filed under jurnal, kucing

Lelaki Menyebalkan..

Matahari mulai tenggelam di Barat Jakarta. Entah kenapa, cacing di perut seorang perempuan tiba-tiba berjingkrak lebih hebat. Padahal dari sore hari yang namanya risoles pake rawit, kue soes, dan kue lumpur sudah menghantam penghuni perut itu. Terus sepiring jamur pake cabai juga menyusul memenuhi lambung. Entah kenapa. tiba-tiba si perempuan itu ingin sekali menghabiskan seloyang pizza panas isi daging asap plus jagung dan paprika.

Entah kenapa?? Sebuah kalimat : “Kita bawa sampai mati saja ini… ” AH.. Kenapa begitu? tak indahkah ini sampai semua tak boleh tau… STOP.. selanjutnya cacing di perut perempuan itu mulai menyerang dinding lambung yang sudah terluka…

Besok paginya.. Sidang berjalan di sebuah pengadilan. Seorang perempuan Continue reading

52 Comments

Filed under jurnal, kucing

Preman..

Tadinya judulnya mau begini: Preman Itu… tapi akhirnya Itu-nya dicoret..soalnya my ndut ada yang protes kalau judulnya pakai ‘ITU’…

Preman, kata yang satu ini tiba-tiba saja muncul dalam pikiran saat membaca headline berita soal seorang jaksa di sebuah kabupaten yang terekam pembicaraannya dengan pejabat pemda. Ini cuplikannya

“Apa sih susahnya ngeluarin duit? Ngasih 15 juta? Proyeknya miliar-miliaran. xxxxx kalau ngasih saya di bawah 50 juta, saya nggak akan terima dia. Kasih tahu dia, karena saya dijanji dia Rp 50 juta. Dia ngomong sendiri. Kalau dia ngasih 20 juta, nggak usah temuin saya. Saya tangkap dia nanti.”

Ah, miris saya membacanya… Mungkin tak cuma dia yang pernah berbicara dengan nada mengancam itu. Saya juga teringat cerita seorang teman yang pernah diancam gara-gara tak mau bayar dana keamanan saat billboardnya dipasang di sebuah titik di ibukota. “Sekarang gue terpaksa menyisihkan dana keamanan . Kalau tidak, lampunya bisa padam, atau tracknya ada yg hilang..atau tiba-tiba roboh….,” ujar si teman. Sekarang, tanya lah nama preman di mana pun, pasti si teman ini hapal..

Entah kenapa, kok yang namanya preman ini tak lepas ya di manapun kita hidup. Mau pindahan aja, misalnya harus ‘ijin’ sama sang preman. Yang paling halus, mereka harus membantu turun-turun-in barang dari truk (tentu saja dengan imbalan)… Kalau tidak, pekerja yang kita bawa dilarang memabntu kita.. waduhh.. Terus ..lcoba simak di pasar, di jalanan, di kelokan, di terminal, di sekolah, di pengadilan.. DI mana yang bebas preman?? (di dunia blogger??) Sekarang preman sepertinya .jadi mimpi buruk setiap orang…

Saya mengelus my lovely ammar jr, apakah dia juga jadi preman di dunia kucingnya? Halah…..

42 Comments

Filed under jurnal, kucing

Hitamnya Hitam

Kata orang, hitam itu tegas, elegan dan penuh percaya diri. Tapi, aku tak suka warna ini. Gelap dan penuh misteri. Seperti hari esok atau satu menit dari sekarang aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Mungkin saja aku tiba-tiba pergi menjumpai orang-orang yang kucintai yang sudah lebih dahulu pergi ke surga.. Mungkin juga tiba-tiba aku berhenti menulis…

Atau mungkin juga aku hanya diam di sini menunggu ketidakpastian. dan selalu kangen pada orang-orang yang selalu ada dalam hati itu. Yang sulit sekali kuhapus, sulit dilupakan, sulit pergi dari bayang-bayang keseharianku.

Hitam, seperti bayang-bayang besar yang selalu menghantui para penakut (termasuk aku), setiap malam, setiap terbangun dari tidur lelap. Hitam adalah saat energi cahaya redup dan menghilang dari muka bumi. saat matahari menghilang ke bumi lain, saat kita ditinggal cahaya yang menerangi setiap langkah.

Hitam, tak tergoyahkan warna lain. campurkanlah dengan merah, dia tetap hitam, dengan kuning, hijau, orangye,putih, warna gelapnya tetap dominan. Hitam, seperti zat-zat yang tak pernah terbersihkan di tempat pembuangan, di comberan, sumber segala penyakit dan dengki. Hitam pula yang menodai hati kita yang putih. Mungkin karena hitam pula hati ini tak sepenuhnya menerima kamu apa adanya..

Hitam..kamu tetap hitam..

45 Comments

Filed under jurnal

PR Itu……..

Serasa masih sekolah begitu kata Ulan.. ngblog juga ternyata dapat PR. Gak tanggung-tanggung, pertamaa kali dapat PR ini dari Irrr (??).. Sayang saat itu lagi sakit jadi kelupaan deh.. Terus dari bunda, ini pas lagi ribet ramadhan, terus dari Ulan, dari Khafi.… Mungkin yang kasih PR sudah lupa.. tapi aku kerjain aja deh sekaligus PRnya.. O ya.. Topiknya tentang apa ya?? 10 fakta tentang diriku si kucingkeren??

Hmmmmm… coba deh. Pertama jelas sekali penggemar kucing. kedua, pernah nangis dan gak makan gara-gara kakeknya si Ammar Sr mati. Ketiga gak mau lagi pelihara kucing karena takut sedih lagi. Keempat, kecuali keturunan murni si Ammar, hanya memelihara kucing dalam bentuk patung yang sekarang jumlahnya sudah lumayan, pokoknya penuh deh akuarium 0,75 x 0,75 x 1,5 m dengan patung-patung kucing itu. Kelima. Lagi mikir, bagaimana caranya memindah tangankan keturunan si Ammar yang terus bertambah itu ke tangan yang benar.. repot soalnya tinggalnya sudah lain kota.

Keenam, si Ammar itu kucing ..asli kucing- bukan yang lain-lain. Ketujuh, yang punya blog ini ’emaknya’ si ammar yang manusia dan perempuan aslin. ketujuh.. aduh apalagi ya? ’emak’nya si ammar ini suka nulis n jalan-jalan (makanya gak mau lagi pelihara kucing beneran..kasian kucingnya). kedelapan, kucingkeren alias ’emak’nya si ammar ini rambutnya pendek, meski tetap feminin..hehe… kesembilan, kucingkeren lagi hobi pakai rok, soalnya celana panjangnya sekarang hampir semua kebesaran gara-gara ukuran pinggang si kucingkeren menyusut habis 4 bulan terakhir ini.. sepuluh (ahh akhirnya selesai juga nih PR), si kucingkeren ini termasuk pemalas, malas bangun pagi, setelah solat subuh pasti tidur lagi.. dan the truth and the fact kucingkeren itu orangnya cantiikkkkk baiiikkk banget… hehehe….

Hmm… setelah ini apa? PR nya harus diwariskan ya ke yang lain?? Miauwwwww.. yang ini nanti tunggu postingan selanjutnya… hehehe..

46 Comments

Filed under jurnal, kucing

Si Cantik dan Lebaran

Seminggu sebelum lebaran, saya sengaja pulang ke rumah dulu. Selain harus mencek persiapan lebaran, maklum sejak ibunda berpulang tugas memonitor segala operasional di rumah bergeser ke pundak saya, saya juga kangen sekali pada my lovely cat, Ammar Jr. Katanya sekarang ini si lelaki belang kuning ini gemar sekali berantam dengan kucing tetangga. Malah pipinya bengkak sebelah. walahh..

Ketika sampai di rumah, sabtu pagi itu, si Ammar tak kelihatan batang hidungnya. Jadi, saya pun duduk-duduk dulu di ruang tengah sambil ngobrol dengan salah seorang kakak. Ketika itu, yang ada hanya si Cantik, ini kucing betina, istri kesayangannya si AMmar Jr. Tapi, kali ini ntah kenapa, si cantik kok tanpa si Ammar Jr.. Agak heran juga, biasanya berdua kemana-mana kompak. Apakah si Cantik kelaparan? Tapi kok, biskuit whiskas tak disentuh. Keheranan saya segera terjawab, setelah puas membelai kaki saya, si Cantik masuk ke ruang dalam. Tak lama, tiba-tiba Continue reading

47 Comments

Filed under jurnal, kucing